JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pulau Payung – Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, hari Selasa tanggal 26 Februari 2019 melakukan Launching "Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta", yang diselenggarakan oleh BPTP Jakarta di Pulau Payung, Kepulauan Seribu Selatan.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pejabat di lingkungan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, diantaranya Dinas dan Suku Dinas terkait lingkup DKI Jakarta, Camat Kepulauan Seribu Selatan, Lurah Pulau Tidung, Ibu-Ibu PKK Kecamatan Pulau Tidung Selatan, Kelompok Tani, Tim Peneliti dan evaluator kegiatan KP4S dari Badan Litbang Pertanian, dan Tim dari BPTP DKI Jakarta.

Kepala BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si. menyampaikan laporan bahwa kegiatan di Pulau Payung ini merupakan kegiatan Kerjasama Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Strategis (KP4S) yang diamanahkan kepada BPTP Jakarta untuk mendiseminasikan inovasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Kegiatan kerja sama ini melibatkan beberapa Unit Kerja dan Unit Pelaksana Teknis lingkup Balitbangtan serta Pemda Kepulauan Seribu, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu dan Suku Dinas lainnya yang terkait. Judul kegiatan kerja sama ini adalah Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Kepala BPTP menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini, Kepulauan Seribu yang saat ini masih menggantungkan pasokan pangan dari luar Kepulauan Seribu dapat mandiri untuk memenuhi kebutuhannya. Kegiatan KP4S ini dilakukan di Pulau Payung dan Pulau Tidung Besar. Kegiatan di 2 pulau tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Kegiatan pertanian terintegrasi di Pulau Payung berbasis lahan, sedangkan di Pulau Tidung Besar berbasis ruang. Di Pulau Payung BPTP Jakarta mengintroduksikan berbagai inovasi teknologi Balitbangtan, antara lain budidaya tanaman secara tumpang sari dengan tanaman yang ada di Pulau tersebut dengan berbagai tanaman sayuran yang adaptif, budidaya ternak kambing dan teknologi perkandangan serta teknologi pakan dengan hijauan pakan ternak, teknologi pascapanen dan penanganan segar, teknologi pengomposan serta irigasi otomatis dengan menggunakan tenaga surya. Sedangkan di Pulau Tidung Besar, diintroduksikan teknologi-teknologi pertanian perkotaan yaitu akuaponik, hidroponik, vertikultur dan tanaman dalam pot. Selain itu BPTP Jakarta juga melakukan bimbingan teknis kepada kelompok tani dan masyarakat agar dapat mengaplikasikan teknologi yang telah diintroduksikan di Kepulauan Seribu.

BPTP Jakarta diberi amanah untuk melaksanakan kegiatan tersebut sampai bulan Mei 2019. Oleh karena itu, Kepala BPTP meminta kepada Bupati agar kegiatan tersebut dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan untuk mewujudkan kemandirian pangan di Kepulauan Seribu dan meningkatkan pendapat serta kesejahteraan masyarakat. BPTP Jakarta insyaa Allah akan terus berkoordinasi dengan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta dan Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu untuk melakukan pendampingan terhadap teknologi-teknologi yang telah diaplikasikan di dua pulau di Kepulauan Seribu dan teknologi-teknologi yang dapat diaplikasikan lainnya di Kepulauan tersebut.

Sementara itu Bupati Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Husein Murad,  menyatakan kesediaannya untuk melanjutkan kegiatan tersebut dan berharap untuk dapat mengembangkan di tempat lain atau di Pulau lain di Kepulauan Seribu. BPTP Jakarta telah membuktikan bahwa di lahan berpasir dapat dilakukan budidaya berbagai tanaman dan ternak seperti yang dapat disaksikan di Pulau Payung dan pulau Tidung Besar. Dengan menggunakan teknologi yang tepat guna, kegiatan pertanian dapat dilaksanakan dengan basis yang berbeda yaitu berbasis lahan dan ruang. Lengkap sudah Pulau Seribu punya ikan, kambing dan sayuran. Mudah-mudahan BPTP Jakarta bersama dengan Sudin KPKP Provinsi DKI Jakarta dapat melakukan pembinaan terhadap Kelompok Tani. Semoga tidak saja di Pulau Payung dan Tidung Besar tapi juga dapat dikembangkan di pulau-pulau lain. Kedepan Pulau Seribu harus Swasembada dan tidak perlu mendatangkan sayuran dari luar, juga daging dan telor.

Lebih Lanjut Bupati Kabupaten Administrasi Kepulaua Seribu mengharapkan kepada kelompok tani untuk melanjutkan kegiatan tersebut termasuk olahan pasca panennya yang banyak variannya dari sayuran dan buah yang bisa dijadikan olahan.

Jayalah Pertanian Indonesia… Sejahteralah Petaninya.