JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Padi merupakan salah satu komoditas pangan strategis karena kontribusinya yang signifikan dalam pembentukan angka inflasi negri ini. Segala dukungan baik dari pemerintah maupun stakeholder lainnya telah banyak diberikan untuk komoditas ini, meskipun demikian mengusahakan padi bukanlah tanpa kendala terlebih lagi ketika mengusahakannya di perkotaan. Pada tanggal 20 februari 2019 BPTP Jakarta melakukan monitoring dan evaluasi hama dan penyakit padi di kelompok Tani karang Tengah Jaya, Rorotan, Jakarta Utara. Kondisi padi yang ada sudah memasuki fase masak fisiologis, dengan penggunaan varietas Inpari 32.

Dari hasil monitoring dan evaluasi beberapa hama dan penyakit tanaman yang harus dihadapi petani di sekitar lokasi mulai dari fase tanam sampai dengan fase masak fisiologis santara lain: Keong, Hama wereng, Penyakit kresek, Penyakit sundep (beluk), serangan burung, serangan anjing air dan serangan tikus.

Pengendalian hama dan penyakit telah dilakukan oleh petani bekerjasama dengan BPTP dan POPT setempat. Pengendalian hama yang dilakukan meliputi pengendalian secara hayati, mekanik dan kimia. Pada awal fase pengendalian hama dilakukan mulai dari perlakuan benih dengan penggunaan agens hayati “agrimeth”. Pada fase pertumbuhan dilakukan pengendalian hama dengan penggunaan pestisida nabati “bioprotector” secara intensif dan berimbang dan Pada fase pengisian bulir telah dilakukan pemasangan jala di sekitar lahan untuk mengantisipasi adanya serangan burung.

Pengendalian hama penyakit yang ada tidak hanya menjadi tugas POPT dan penyuluh setempat akan tetapi perlu adanya peran aktif dan kerjasama petani setempat secara intensif. Pengendalian tidak hanya dilakukan setelah serangan terjadi akan tetapi diperlukan adanya pengendalian antispatif, seperti  tanam serempak, penggunaan varietas unggul, pergiliran varietas dan mempertahankan keberadaan musuh alami di lingkungan setempat sebelum serangan hama dan penyakit terjadi