JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Tasikmalaya -- "Alhamdulillah ada energi baru untuk pertanian kita" ungkapan ini disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat membuka Launching Santri Tani Milenial di Lapangan Pasar Munding Desa Kamulyaan Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Launching Santri Tani dihadiri oleh sekitar 10.000 santri yang  berasal dari 34 provinsi, seluruh Indonesia. 

Dalam sambutannya, Menteri Amran Sulaiman mengatakan bahwa santri adalah pemuda masa depan bangsa, bermoral dan berintegritas. Saat ini santri tani menjadi salah satu prioritas dalam upaya menumbuhkembangkan santri tani milenial untuk ikut menyukseskan  Program Pembangunan Pertanian menuju Lumbung Pangan Dunia 2045. Komitmen pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian, melalui revisi regulasi sehingga santri tani dapat berinteraksi langsung dengan Kementan. Di tahun ini juga Kementan memberi dukungan 1 juta ekor ayam untuk seluruh santri di Indonesia. Bukan hanya itu, Kementan juga membagikan ternak sapi, kambing serta benih padi, hortikultura dan toga. Bantuan tersebut langsung disalurkan ke daerah-daerah dimana 80% pertanian berada di pedesaan dengan pendampingan oleh UPT Kementan.

Untuk mendukung launching tersebut, seluruh Dinas Pertanian dan BPTP diminta untuk berperan dalam menghadirkan para santri. Demikian pula untuk wilayah Jakarta Dinas KPKP Jakarta  dan BPTP Jakarta menghadirkan 52 orang santri dari Pondok Pesantren  Assiddiqiyah yang beralamat di   Kedoya Utara Kecamatan Kebun Jeruk,  Jakarta Barat dan Rorotan Jakarta Utara.

Peluncuran  Program Santri Tani Milenial merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan produktivitas pertanian sehingga  kedepannya kalangan santri akan menjadi generasi penerus baik  dibidang pertanian maupun peternakan. Hal ini juga diharapkan dapat menjadi solusi kelangkaan petani muda di Indonesia. Jayalah pertanian Indonesia. Petani sejahtera, bangsa berjaya.