JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Pulau Tidung -- Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Kerjasama Penelitian, Pengkajian, Pengembangan Pertanian Strategis, BPTP Balitbangtan Jakarta menyusun Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan tersebut telah dilaksanakan sejak tahun 2018 dan akan dilanjutkan sampai tahun 2019. Mengawali kegiatan di tahun 2019, BPTP Jakarta. Menyelenggarakan focus group discussion (FGD) dengan pemerintah daerah setempat terkait capaian 2018 dan rencana kerja 2019 pengembangan pertanian terintegrasi di lahan berpasir. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Lurah Pulau Tidung, pada hari Selasa tanggal 15 Januari 2019. FGD ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Kep. Seribu Selatan, Lurah Pulau Tidung beserta jajarannya, Pengurus Kelompoktani Payung Sejahtera, Pengurus RPTRA Tidung Ceria, Tim Peneliti Badan Litbang Pertanian, dan Tim dari BPTP DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Syarifah Aminah, SP, M.Si (Kasie KsPP) mewakili Kepala BPTP Jakarta menyampaikan bahwa kegiatan pengembangan pertanian terintegrasi di lahan berpasir akan berakhir pada bulan April. Oleh karena itu, BPTP Jakarta akan menyerahkan seluruh sarana dan prasarana yang telah dikembangkan di Pulau Payung dan RPTRA Tidung Ceria kepada Pemda Kepulauan Seribu. Berkaitandengan hal tersebut, BPTPJakarta mengundang Pemda untuk menyusun langkah-langkah exit strategy untuk memastikan bahwa program/kegiatan pengembangan pertanian terintegrasi di lahan berpasir dilaksanakan sesuai denganrancangan dan rencana sekaligus menjamin bahwa manfaat yang dibangkitkan akan terus adasetelah program/kegiatan  tersebut telah selesai dilaksanakan. Mengingat lahan yang digunakan adalah lahan tidur, maka diperlukan dukungan legal formal dari pemda setempat untuk menjamin tidak akan ada konversi lahan. Disamping itu juga diperlukan dukungan pemasaran hasil pertanian dari pemda setempat.

Menanggapi hal tersebut, Bapak Cecep Suryadi, ST selaku Lurah Pulau Tidung menyampaikan bahwa pangsa pasar sayuran di pulau tidung sangat besar terutama untuk memenuhi kebutuhan wisatawan, pihak kelurahan akan memfasilitasi kapal dinas lurah untuk mengangkut hasil panen dari pulau payung ke pulau tidung, sehingga petani di pulau payung tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk memasarkan produk sayurannya. Pihak kelurahan juga akan memfasilitasi agar petani juga dapat menjual produknya di Program Pangan Murah milik Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta.

Terkait legal formal pengelolaan lahan, Sekcam Kepulauan Seribu Selatan Bapak Ismail menyampaikan bahwa warga bisa mengusulkan agar Pemprov DKI dapat membeli lahan tersebut untuk dimanfaatkan warga, melalui perwakilan mereka di kegiatan rembug desa untuk selanjutnya akan usulkan melalui musrenbang kecamatan dan dilanjutkan ke tingkat Kabupaten/Kota. Pada kesempatan tersebut, Sekcam juga berpesan kepada anggota dan penguruskelompoktaniuntuktetapmenjagasolidaritas kelompok dalam menjalankan kegiatan usahatani.