JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Dalam rangka menunjang diseminasi teknologi pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta  mengadakan bimbingan teknis peningkatan kapasitas Penyuluh Daerah Provinsi DKI Jakarta dan koordinasi penyusunan programa penyuluh tahun 2019, bertempat di  Bogor pada tanggal 17-18 Desember 2018.  

Acara dihadiri oleh Kepala BPTP Jakarta , kepala satuan pelaksana lingkup provinsi DKI Jakarta, penyuluh pertanian lingkup provinsi DKI Jakarta, Peneliti BPTP Jakarta, serta penyuluh swadaya lingkup provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutanya kepala BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si menyampaikan melalui kegiatan ini diharapkan dapat menjaring masukan-masukan dari petani dan penyuluh pertanian lingkup provinsi DKI Jakarta perihal program - program yang akan dilakukan BPTP Jakarta pada tahun 2019. Sehingga program yang akan dilaksanakan dapat bersinergi dengan program pertanian di masing-masing wilayah kota dan bersinergi dengan program strategis kementerian pertanian. Selain itu kepala balai menyampaikan BPTP Jakarta mengharapkan umpan balik dari petani dan penyuluh di masing-masing wilayah dari kegiatan yang telah dilakukan satu tahun kebelakang. 

Lebih lanjut kepala balai menyampaikan penyusunan programa penyuluh 2019 diharapkan dapat sejalan dengan DIPA TA.2019 yang telah disampaikan kepada masing-masing satker.

Program kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 disampaikan oleh BPTP Jakarta, Dinas Kelautan Pertanian Dan ketahanan Pangan Provinsi DKI Jakarta, Suku Dinas Kelautan Pertanian Dan Ketahanan pangan di Lima wilayah kota administratif serta Suku Dinas Kelautan Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Seribu. Program-program yang ada diharapkan dapat saling mendukung menjadi kesatuan untuk kebelanjutan pertanian perkotaan di DKI Jakarta.

Materi yang diberikan pada bimbingan teknis  adalah budidadaya microgreen sayuran yang disampaikan oleh Ikrarwati, SP, MSi. Budidaya microgreen memiliki teknik budidaya yang mudah dilakukan, masa panen yang singkat dengan penggunaan ruang yang minimal, sangat cocok dibudidayakan oleh masyarakat perkotaan. Selain itu kandungan nutrisinya yang tinggi diharapakan menjadi solusi penyedia pangan segar, sehat, dan bergizi .