JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta khususnya kelompok pengkaji pascapanen mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan stik bawang berbahan baku pasta bawang merah. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk  mendiseminasikan hasil teknologi kegiatan pengkajian penanganan  pascapanen bawang merah yang telah dilakukan selama tahun 2018. Yaitu aplikasi teknologi pasta bawang merah menjadi stik bawang.  Pelatihan ini juga bertujuan untuk menambah keterampilan anggota KWT dan diharapkan dapat menjadi alternatif untuk membuka usaha dibidang olahan. Adapun kegiatan ini berlangsung di KWT JAMBU, kecamatan Jagakarsa Jakarta Selatan. Peserta yang hadir dari anggota KWT berjumlah 10 orang. Pada kesempatan ini hadir pula Kasatlak wilayah kecamatan Jagakarsa yaitu ibu Nur Ayuni dan THL (ibu Sry Endang).

Stik bawang  merupakan salah satu produk olahan yang sering dijadikan camilan dan disukai oleh hampir  semua kalangan. Oleh karena itu aplikasi olahan berbahan baku pasta bawang merah dibuat menjadi stik bawang. Pada pelatihan ini dibagi menjadi 3 kelompok, setiap kelompok membuat stik bawang dari bahan baku pasta bawang merah yang berbeda. Pasta bawang merah yg digunakan yaitu; metode blancing/kukus (Teknologi Balai Besar Pascapanen), metode tumis (Teknologi BPTP Jakarta) dan kontrol (teknologi existing). Untuk membuat stik bawang merah  bahan baku yg diperlukan mudah didapat dan tidak terlalu mahal yaitu tepung terigu, tepung tapioka, pasta bawang merah, telur, garam dan margarin. Proses pembuatannya pun mudah hanya dengan mencampur semua bahan dan di uleni hingga kalis kemudian mencetaknya dengan alat cetak mie lalu digoreng.

Di kesempatan juga, dilakukan survey persepsi oleh Ir. Nurmalinda, M.Si (Peneliti Sosek BPTP Jakarta) untuk mengetahui tingkat penerimaan teknologi pembuatan pasta bawang merah dan stik bawang yang telah diajarkan kepada peserta. Secara umum teknologi pembuatan pasta bawang merah dan stik bawang merah mudah diterapkan/dipraktekkan oleh peserta.  Semoga dengan adanya kegiatan pelatihan ini, stik bawang dapat menjadi produk olahan andalan KWT dan dapat terus kontinu diproduksi sehingga dapat meningkatkan penghasilan bagi anggotanya