JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Kegiatan bimbingan teknis merupakan bagian dari kegiatan pendampingan untuk mendukung kegiatan strategis kementerian pertanian. Kegiatan pendampingan di DKI Jakarta meliputi komoditas strategis yaitu padi, bawang, dan cabai. Salah satu kegiatan pendampingan khususnya pada komoditas cabai dilaksanakan di Rusun Pesakih.

Kegiatan bimbingan teknis pengendalian OPT tanaman cabai yang dilaksanakan di Rusun Pesakih disampaikan oleh Dr. Kukuh Bagus Udiarto, MS dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) yang berada di Lembang, Bandung-Jawa Barat. Dengan adanya bimbingan teknis ini, diharapkan kelompok tani dapat mengenal gejala serangan pada tanaman cabai dan cara pengendaliannya.

Dalam pengendalian OPT cabai, Dr. Kukuh menyampaikan bahwa, "kenali dulu gejala serangannya". Hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman cabai diantaranya yaitu kutu daun, thrips, ulat, dan lalat daun. Sedangkan penyakit yang menyerang tanaman cabai diantaranya penyakit keriting, penyakit kuning, dan penyakit layu yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan jamur.

Penyakit keriting dan penyakit kuning disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui serangga vektor. Sedangkan penyakit layu dapat disebabkan oleh bakteri dan jamur. Penyakit layu yang disebabkan oleh bakteri mempunyai gejala layu dengan tanaman yang masih terlihat hijau, sedangkan penyakit layu yang disebabkan oleh jamur pada pangkal batang terdapat bercak coklat dan tanaman menguning. Penyakit yang disebabkan oleh bakteri umumnya berbau busuk dan dapat diketahui juga dengan mencelupkan batang tanaman yang terserang kedalam air dan akan mengeluarkan cairan seperti kabut berwarna putih.

Pengenalan gejala serangan OPT ini sangat penting dalam strategi pengendalian. Pengendalian penting dilakukan dari awal dengan menggunakan tanah steril yang di tambah dengan pupuk kandang yang sudah matang dengan ciri pupuk kandang sudah tersimpan lama, berwarna hitam dan tidak berbau.

Pengendalian yang ramah lingkungan dapat menggunakan pestisida nabati dengan bahan dasar menggunakan laos, serai wangi, daun tembakau, daun mimba dan bahan lainnya. Bahan dasar lengkuas digunakan untuk tanaman yang terserang penyakit yang disebabkan oleh jamur, sedangkan bahan bawang putih untuk bakteri. Penggunaan daun mimba dan  tembakau dapat digunakan sebagai insektisida. Pada kondisi tanaman yang sudah terserang dapat diaplikasikan satu minggu dua kali. Penggunaan pestisida nabati digunakan untuk meminimalisir penggunaaan pestisida kimia yang berdampak negatif baik bagi manusia maupun lingkungan. Bahaya residu pestisida kimia sintesis yang ditimbulkan dapat menyerang syaraf, kulit, pencernaan dan pernafasan.