JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Sebagai salah satu kegiatan pendampingan komoditas strategis dan kaji terap, BPTP Jakarta mengadakan Bimbingan Teknis Teknologi Budidaya Cabai dan Kaji Terap Budidaya Kelinci. Kegiatan yang diadakan pada Selasa (11/12/2018) di Rusun Pesakih Jakarta Barat ini, dihadiri oleh beberapa kelompok wanita tani dan warga yang tinggal di sekitar rusun.

Kegiatan dibuka oleh Ka BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si. Dalam sambutannya, disampaikan  dengan adanya bimtek teknologi budidaya cabai dan kaji terap budidaya kelinci, kelompok tani di Rusun Pesakih dapat menambah pendapatan keluarga sehingga ekonomi rumah tangga meningkat.

Sementara dalam pembukaan Kasatpel Sarpras UPRS, Hendi Radewa, ST. menyampaikan bahwa, “Ternyata menanam itu tidak mudah dan perlu kecintaan supaya bisa memberikan hasil yang baik pada tanaman”, ujarnya.

Materi yang diangkat dalam kegiatan bimtek dan kaji terap adalah budi daya cabai dan ternak kelinci.

Salah satu biaya terbesar dalam budi daya ternak kelinci adalah dalam unsur pakan. Pemanfaatan hijauan dan limbah agroindustri dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pakan kelinci untuk menurunkan biaya pakan. Dalam kegiatan kaji terap, Dr. Andi Saenab menjelaskan bagaimana pembuatan pakan kelinci berbahan baku hijauan dan limbah agroindustri secara teori dan praktik. Setelah itu, para peserta juga diajarkan bagaimana teknik perbanyakan kelinci yang disampaikan oleh drh. Neng Risris Sudolar, M.Sc.

Sementara materi bimtek budi daya cabai adalah mengenai pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) pada cabai yang disampaikan oleh Dr. Bagus Kukuh Udiarto, MS. dari Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa). Pengendalian OPT cabai terdiri dari dua, yaitu secara preventif (sebelum ada serangan) dan kuratif (setelah terjadi serangan). Dalam pengendalian serangan disarankan untuk gunakan biopestisida yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan. Dengan demikian, keseimbangan ekosistem tetap terjaga.