JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor – Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (PUSTAKA) menyadari tantangan yang akan dihadapi oleh para pustakawan dan pengelola perpustakaan Kementan di Era Revolusi Indutsri 4.0. Salah satu langkah untuk meningkatkan kompetensi para pustakawan dan pengelola perpustakaan, diadakanlah Knowledge Sharing Kepustakawanan pada Selasa (27//11/2018).

Era revolusi industri ini dicirikan dengan industri yang berbasis digital, ilmu komuter, Internet Of Things (IOT), dan analisa big data. Dengan perkembangan kondisi yang demikian, mau tidak mau pustakawan harus mengembangkan soft skills, dengan menggunakan teknologi informasi.

Dalam sambutannya, Kepala PUSTAKA, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., menyampaikan langkah-langkah strategis yang akan diambil oleh PUSTAKA dalam menghadapi era revolusi industri ini. Diantaranya perlunya dilakukan perubahan pengelolaan SDM yang lebih berkualitas dan memiliki kompetensi berbasis IOT sebagai basic skill. Penyediaan informasi iptek pertanian dengan sistem yang berbasis digital dengan memanfaatkan teknologi big data. Perlu diadakan perubahan baru dalam penyebaran informasi dan diseminasi, yang berspektrum luas serta mudah diakses oleh pengguna secara online. Selain itu juga diperlukan penguatan sistem jejaring kolaborasi antar pelaku diseminasi dan kerjasama antar lembaga di tingkat nasional maupun internasional

Dalam Knowledge Sharing, disampaikan juga mengenai Membangun Integritas Pustakawan. Materi ini disampaikan oleh Dr. Ir. Winny Dian Wibawa, M.Sc., Widyaiswara Utama di Pusat Pelatihan Manajemen Dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP). Dijelaskan bahwa pustakawan perlu membangun integritas. Integritas akan terbangun melalui konsistensi tindakan, nilai-nilai, pola pikir, sikap dan prilaku, karakter serta komitmen dan kejujuran.

Kegiatan Knowledge Sharing dihadiri oleh pustakawan dan pengelola perpustakaan lingkup Kementerian Pertanian, termasuk BPTP Jakarta.