JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kementerian Pertanian sejak 2 tahun yang lalu mencanangkan program Upsus Siwab atau sapi indukan wajib bunting.  Program tersebut dicanangkan dalam rangka meningkatkan populasi sapi di Indonesia. Kegiatan yang  dilaksanakan untuk mendukung program tersebut antara lain, pemberian layanan inseminasi buatan (IB) pada sapi yang menjadi akseptor, pemeriksaan kebuntingan dan monitoring kelahiran.

Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018, menetapkan target untuk IB sebanyak 1000 ekor sapi, pemeriksaan kebuntingan sebanyak 797 ekor sapi dan target kelahiran 659 pedet.

Dalam rangka monitoring dan evaluasi kegiatan Upsus Siwab tahun 2018, Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan,  menyelenggarakan rapat koordinasi pendampingan UPSUS SIWAB tahun 2018, pada tgl 14 November 2018 di kantor  Puslitbangtan Peternakan. Pembukaan sekaligus arahan rapat koordinasi tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Prof.(R) Dr. Ir. M. Syakir, MS. Dalam arahannya, beliau mengemukakan keberhasilan upsus Siwab thn 2018 dengan target IB 3 juta akseptor, ditandai dengan capaian 82.6 % kelahiran pedet.  Capaian tersebut merupakan prestasi keberhasilan yg cukup tinggi, bahkan capaian tersebut masih bisa ditingkatkan dengan menekan angka kematian pedet dan keguguran janin. Perbaikan manajemen berdasarkan hasil riset dapat diaplikasikan untuk menekan angka kematian pedet.

Untuk program upsus Siwab tahun 2019 dengan target yang sama dengan thn 2018 yaitu IB 3 juta ekor, bunting 2,1 juta dan kelahiran 1,68 juta harus ada percepatan inovasi teknologi di bidang peternakan sapi dan diikuti dengan kegiatan pendampingan yang bersinergi dengan Ditjen teknis yaitu Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan didukung oleh Badan Litbang Kementan. Inovasi berbasis science pleh Badan Litbang Pertanian gencar mendorong Ditjen teknis bahkan swasta juga harus menggandeng litbang sehingga upsus Siwab berbasis inovasi teknologi sebagai titik ungkit peningkatan produksi. Badan LITBANG memposisikan sebagai katalisator dan proaktif mendukung Ditjen teknis Kementan.

Rapat koordinasi monev ini dihadiri oleh Kapuslitbang Peternakan, Kepala BB Veteriner Bogor dan para Kepala BPTP seluruh Indonesia termasuk BPTP DKI Jakarta yg hadir Kepala Balai Ir. Etty Herawati, MSi. Adapun khusus untuk Target IB Prov. DKI Jakarta tahun 2019 adalah 1000 akseptor dengan Target kebuntingan 700 dan Target Kelahiran 560.