JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Bawang merah merupakan komoditi yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu oleh masyarakat. Namun, karena ketersediaan dan harga bawang merah yang tidak stabil, maka dibutuhkan suatu teknologi olahan agar masyarakat tetap bisa memanfaatkannya.

Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta memperkenalkan cara pembuatan pasta bawang merah di Kelompok Wanita Tani (KWT) Jambu Dua, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Hadir dalam pertemuan tersebut Penyuluh dari Dinas KPKP DKI Jakarta, Penyuluh dan Kasatlak Sudin KPKP Jakarta Selatan dan tentunya anggota KWT Jambu Dua.  Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa (14/11/2018) di Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Ada tiga cara yang dapat dilakukan dalam pembuatan pasta bawang merah. Pertama, bawang merah diblancing (dikukus) terlebih dahulu selama 2-4 menit sebelum dihancurkan dengan blender.  Kedua, tumis bawang merah sebelum dihancurkan. Atau dengan cara yang ketiga, yaitu bawang merah langsung dihancurkan tanpa diblancing atau ditumis dulu. Setelah bawang merah hancur, tambahkan asam sitrat 2 g/kg dan garam 62,5 g/kg. Proses terakhir untuk pembuatan pasta yang diblancing dan yang ditumis saja, pasteurisasi pasta dengan suhu 80-85oC selama 5 menit.

Penggunaan asam sitrat, blancing, dan pasteurisasi pada proses pembuatan pasta bawang merah, bertujuan untuk membunuh mikroorganisme/enzym perusak. Dengan demikian umur simpan pasta dapat mencapai 1 bulan dalam refrigerator (kulkas).