JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Rorotan – Penggunaan mesin transplanter sangat penting dalam pengelolaan pertanian modern, terlebih di wilayah perkotaan yang minim lahan dan minim tenaga kerja pertanian. Beberapa keunggulan dari penggunaan mesin ini di antaranya menghemat biaya tanam, khususnya biaya tenaga kerja, menghemat waktu tanam, serta mempermudah pengaturan  dan penyeragaman jarak tanam.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menggelar pelatihan Bimbingan Teknis Teknologi Budidaya Padi dan Pengoperasian “Transplanter” pada hari Selasa (13/11/2018) di Rorotan, Jakarta Utara. Kegiatan dilaksanakan di kediaman Ketua Kelompok Tani Karang tengah Jaya Rorotan Jakarta Utara, H. Umar, dan dihadiri oleh para anggota kelompok tani serta Peneliti dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Materi pelatihan terdiri dari penjelasan teori mengenai Persemaian Dapog dan Tranplanter yang disampaikan oleh Asep Maulana, SP., MP. dari Balai Besar Penelitian Padi. Salin itu, para peserta juga diberikan materi Pengoperasian dan Pemeliharaan Indojarwo Transplanter Jajar Legowo 2:1, hingga praktik di lahan sawah yang didampingi langsung oleh para teknisi dari Balai Besar Mekanisasi Pertanian dan juga BPTP Jakarta.

“Teknologi ini baru untuk kami, dan kami sangat antusias, terlebih bisa menekan biaya produksi, menghemat waktu dan tenaga kerja”, ujar H. Umar dengan antusias. Dengan menggunakan mesin transplanter pada budidaya padi yang dilakukan oleh Poktan Karang Tengah Jaya, diharapkan dapat menekan cost produksi sehingga dapat menambah pendapatan petani.

Di sela-sela bimtek, Ir. Etty Herawati, M.Si., Kepala BPTP Jakarta, menyatakan melalui bimtek dapat meningkatkan kapasitas tenaga PPL dan pengetahuan petani dalam pengoperasionalan alsintan modern guna mendukung pertanian modern di Kelompok Tani Karang Tengah Jaya serta mampu menciptakan tenaga operator alat mesin pertanian khususnya dari para pemuda tani.