JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) merekomendasikan 5 porsi atau sekitar 400 gram buah. Dengan mengonsumsi lima porsi buah dan sayuran, bisa menurunkan risiko penyakit jantung, stroke, dan juga kanker. Kesadaran masyarakat saat ini untuk mengkonsumsi buah-buahan sudah meningkat.  Hal ini berarti bahwa buah-buahan memiliki prospek yang cerah untuk dikembangkan.

Rabu (31/10/2018), Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta mengadakan Temu Teknis Pengolahan Buah-buahan. Temu teknis dihadiri oleh Penyuluh Suku Dinas KPKP DKI Jakarta, Kelompok Tani, Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan BPTP Jakarta

Kegiatan temu teknis ini dibuka oleh Ka BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si. Dalam sambutannya, disampaikan melalui forum temu teknis ini, selain menjadi media penyampaian informasi teknologi penanganan dan pengolahan pascapanen Buah-buahan, juga dapat menjadi ajang konsultasi produk dari Kelompok Tani Olahan yang ada di DKI Jakarta untuk meningkatkan nilai tambah produk buah-buahan khususnya pada saat panen raya. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan penyuluh dan pemangku kepentingan lainnya di masing-masing wilayah.

Sebagai narasumber, Muflihani Yanis, SPi, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta)  menyampaikan teknologi pengolahan buah-buahan diantaranya teknologi pembuatan minuman sari buah dari belimbing, teknologi pembuatan puree sebagai bahan dasar pembuatan selai lembaran dan velva buah diantaranya selai lebaran yang terbuat dari buah mangga, jambu biji dan nanas. Teknologi pengolahan buah juga dapat dibuat menjadi keripik, manisan dan dodol. Pengolahan buah bertujuan Memperpanjang masa simpan buah.

Asep Hermawan (Penyuluh Kepulauan Seribu), sangat merasakan manfaat dari temu teknis pengolahan buah-buahan. Di wilayah kerjanya, terdapat banyak pohon sukun, belimbing, mangga dan jambu air,  yang mana pada saat panen sangat melimpah sekali produksinya. Jambu air dan belimbing dapat dijadikan selai buah-buahan dan sirup. Sedangkan untuk sukun akan dibuat dodol sukun dan keripik sukun, sehingga dapat meningkatkan penghasilan atau pendapatan bagi masyarakt kepulauan seribu dan akan diaplikasian kepada kelompok tani pengolahaan.

Kegiatan diakhiri dengan praktek pembuatan selai lembaran mangga, salak condet. Sedangkan produk manisan salak dan papaya. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena Penyuluh dan kelompok tani pengolah dapat melakukan praktek secara langsung.  

 Upaya untuk meningkatkan teknologi pasca panen akan terus dilakukan oleh BPTP Jakarta. Kerjasama dengan berbagai pihak terkait, terutama dalam pendiseminasian sangat diperlukan.