JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Teknologi produksi pupuk organik dari sampah pasar menggunakan cacing (vermicomposting) serta pemanfaatannya sebagai media pembibitan sayuran. Sampah atau limbah organik pasar adalah jenis sampah atau limbah yang dihasilkan dan terkumpul di area pasar. Sebagaimana halnya sampah atau limbah organik lainnya, sampah organik pasar berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik.

Kandungan nutrien yang terdapat dalam sampah organik pasar mencapai 100 kilogram per ton berat kering sampah. Kandungan unsur hara makro, meliputi N, P, K, Ca, Mg, dan S masing-masing berkisar 101-3.771 mg.kg-1, sedangkan unsur hara mikro Fe, Mn, Cu, dan Zn berkisar 0,2-0,62 mg.kg-1.

Terdapat hubungan yang erat antara status hara dan kandungan bahan organik tanah. Penambahan pupuk kandang dalam jangka panjang telah meningkatkan kesuburan tanah. Tidak hanya itu, hasil produksi tanaman menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penggunaan pupuk sintetis.

Keuntungan lain dalam pemberian pupuk organik adalah terjadinya kestabilan pH tanah hingga peningkatan laju infiltrasi air akibat peningkatan agregasi tanah. Bahan organik pada pupuk dapat meningkatkan ketersediaan fosfor tanah melalui mekanisme anion organik dalam mencegah fiksasi P dan menggantikan P yang terikat dalam fase padatan tanah.

Salah satu strategi pembuatan pupuk organik adalah vermicomposting, yaitu proses pengomposan dengan memanfaatkan berbagai jenis cacing sebagai agen pengomposan. Hampir setiap jenis sampah organik dapat digunakan dalam sistem vermicomposting. Namun demikian, sampah daging, ikan, dan susu cenderung membusuk dan menarik datangnya lalat dan timbulnya ulat atau belatung.

Dalam pembuatan vermicomposting, penggunaan wadah yang terbuat dari plastik daur ulang atau semi-daur ulang tergolong ideal. Wadah yang terbuat dari logam dapat menghasilkan panas cukup besar. Tidak hanya itu, wadah dari logam rentan terhadap karat dan dapat melepaskan logam berat ke dalam sistem pengomposan. Wadah yang terbuat dari kayu pun kurang sesuai untuk dijadikan kotak pengomposan. Hal ini dikarenakan tingginya kandungan resin bahan sehingga dapat membahayakan cacing yang digunakan.

Wadah vermicomposting memerlukan lubang aerasi. Lubang di bagian bawah wadah juga diperlukan guna mengalirkan lindi ke dalam wadah penampungan. Jika wadah vermicomposting diletakkan di luar ruangan, maka harus ditempatkan dalam posisi terlindung dari sinar matahari langsung.

BPTP Jakarta telah mengkaji teknologi produksi pupuk organik dari sampah pasar menggunakan cacing (vermicomposting) serta pemanfaatannya sebagai media pembibitan sayuran. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penyertaan vermikompos sebanyak 60% dalam media pembibitan memberikan pertumbuhan terbaik untuk bibit selada, sawi, dan tomat, sedangkan perlakuan terbaik untuk bibit cabai adalah penyertaan kompos dalam media sebanyak 100%.