JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Bawang merah (Allium ascalonicum) merupakan komoditas hortikultura yang cukup strategis, mengingat tingginya permintaan masyarakat akan komoditas ini. Pada tahun 2010, permintaan komoditas yang banyak dimanfaatkan sebagai bumbu masakan tersebut, mencapai 976.284 ton. Hal ini berdampak pula terhadap limbah yang dihasilkan, khususnya di pasar-pasar sentra yang terdapat di kota-kota besar. Salah satunya adalah Pasar Induk Kramatjati. Rata-rata sampah organik yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan sayur-mayur, buah-buahan dan umbi-umbian di Pasar Induk Kramat Jati sebanyak 124,24 ton/hari, sedangkan  sampah sayuran mencapai 25% dari  90% dari komponen total sampah yang ada, dan limbah bawang merah termasuk di dalamnya.
BPTP Jakarta telah melakukan kajian mengenai teknologi pengolahan limbah bawang merah untuk dijadikan kompos, dan teknologi penggunaan kompos bawang merah sebagai campuran media semai dan media tanam pada tanaman hortikultura yaitu pakcoy dan bawang merah.

Limbah bawang merah dapat digunakan sebagai pupuk organik karena mengandung zat dan senyawa yang dapat memberikan kesuburan bagi tanaman. Kandungan tersebut, dapat mempercepat tumbuhnya buah dan bunga pada tanaman. Pupuk organik limbah bawang merah dapat menyediakan nitrogen, fosfor, kalium, magnesium, dan sulfur bagi tanaman.  
Sumbangan bahan organik yang terdapat pada limbah bawang merah, akan memberikan pengaruh fisik, kimia, serta biologi tanah. Limbah organik ini didaur ulang dan dirombak dengan bantuan mikroorganisme dekomposer, seperti bakteri dan cendawan, menjadi unsur-unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman. Hal ini menjadikan limbah bawang merah sangat potensial digunakan sebagai campuran pada pembuatan media semai.

Limbah bawang merah mengandung unsur hara mikro dan makro serta ZPT yang berfungsi sebagai pembenah tanah. Kandungan senyawa organik dan mikroba tersebut dapat memperbaiki sifat kimia dan fisika tanah yang dapat diaplikasikan melalui tanah maupun tanaman. Dengan adanya kandungan tersebut, menjadikan limbah bawah merah sangat baik dan cocok jika digunakan sebagai media semai.
Pada tanaman pakcoy, pertumbuhan dan jumlah bibit tanaman paling optimal pada campuran media semai kombinasi 75% arang sekam dan 25% kompos bawang merah. Dengan kombinasi tersebut, persentase pertumbuhan benih pakcoy dapat mencapai sebesar 71,80%. Sedangkan untuk tanaman cabai, pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun mencapai optimal pada persemaian kombinasi 75% kompos bawang merah dan 25% sekam bakar. Dengan kombinasi tersebut, persentase pertumbuhan cabai sebesar 93,60%.

Penggunaan kompos bawang merah sebagai campuran media tanam, secara umum menunjukkan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun pakcoy sangat optimal, pada kombinasi 75% kompos baru bawang merah dan 25% tanah. Sementara untuk mendapatkan berat pakcoy dalam polybag optimal, diperoleh pada kombinasi 25% kompos baru bawang merah dan 25% tanah. Untuk tanaman cabai, kombinasi 75% kompos baru bawang merah dan 25% tanah, menghasilkan tanaman yang lebih tinggi. Sedangkan jumlah bunga tertinggi diperoleh pada kombinasi 100% kompos baru bawang merah dan 0% tanah.