JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- 27 September 2018, BPTP Jakarta kembali melaksanakan Focus Group Discussion untuk menajamkan rencana kerja kegiatan Model Pertanian Terintegrasi pada Lahan Berpasir Mendukung Kemandirian Pangan di Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan bertempat di Gedung Mitra Praja, Jl. Sunter Permai Raya No. 1.

Acara dibuka oleh Bupati Kepulauan Seribu yang diwakili oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, dan dihadiri oleh Dinas dan Suku Dinas Lingkup Pemda Provinsi DKI Jakarta, Sudin Lingkup Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Kecamatan dan Kelurahan Pulau Tidung, Tim Peneliti Badan Litbang Pertanian, termasuk peneliti dari BPTP DKI Jakarta.

Kepulauan Seribu sebagai target lokasi garapan, merupakan salah satu daerah tujuan wisata utama di Indonesia. Dengan demikian kebutuhan pangan untuk para wisatawan cukup tinggi. Namun sampai saat ini kebutuhan pangan tersebut masih dipenuhi dari luar Kepulauan Seribu. Bertolak dari hal tersebut, rencana pengembangan pertanian di Kepulauan Seribu mulai dijalankan.

Namun demikian, permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan pertanian di sebagian besar wilayah Kepulauan Seribu adalah kondisi lahan yang marjinal dengan salinitas tinggi.  Selain itu, limbah organik dan anorganik yang ada di pulau juga belum terkelola secara optimal.  Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah melalui pemanfaatan sumberdaya lokal dan mengintroduksikan tanaman yang telah beradaptasi dengan kondisi kepulauan, melalui “Konsep Pertanian Terintegrasi Mendukung Kemandirian Pangan di Lahan Berpasir.”

Berbagai masukan berhasil dijaring dari pelaksanaan FGD kali ini. Berbagai jajaran dan pihak yang terlibat menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat menjadi titik tolak terciptanya suatu industri di Kepulauan Seribu untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan pulau, minimal untuk menciptakan kemandirian pangan agar terbebas dari ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar pulau.