JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta mengadakan kegiatan “Panen Padi Bersama dan Bimbingan Teknis Teknologi Pengomposan Jerami” yang dilaksanakan di Kelompok Tani Jawa Indah yang berada di Kelurahan Semanan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat. Acara ini dihadiri oleh peneliti dan penyuluh BPTP Jakarta dan perwakilan dari Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta, Kepala Sudin KPKP Lima Wilayah Kota, Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Dinas KPKP Prov. DKI Jakarta, Kepala Seksi Pertanian Sudin KPKP Jakarta Barat, Kepala Seksi Ketahanan Pangan Sudin KPKP Jakarta Barat, Ketua KTNA Jakarta Barat, Camat Kalideres, Lurah Semanan dan Ketua RT. 01 RW 04 Kelurahan Semanan. Hadir pula perwakilan Kepala BPS Jakarta Barat dan perwakilan dari Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman DKI Jakarta.

Acara Panen bersama dipandu oleh Kepala BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si. Kepala BPTP Jakarta dalam sambutannya menyampaikan bahwa inovasi teknologi yang dihasilkan oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian yang telah diaplikasikan salah satunya adalah penggunaan bioprotektor. Varietas Unggul Baru (VUB) padi yang digunakan di Kelompok Tani Jawa Indah adalah VUB Inpari 32 dan 33. Berdasarkan pengalaman yang disampaikan oleh anggota Kelompok Tani Jawa Indah, produktivitas VUB Inpari 32 dan 33 lebih tinggi jika dibandingkan dengan Varietas Ciherang. Produktivitas VUB Inpari 32 dan 33 sekitar 8 Ton/Ha sedangkan produktivitas Varietas Ciherang sekitar 6 Ton/Ha.

Setelah kegiatan Panen Bersama dilaksanakan acara dilanjutkan dengan Bimbingan Teknis Teknologi Pengomposan Jerami yang disampaikan oleh Ir. Jati Purwani, MS (Peneliti Balai Penelitian Tanah). Beliau menyampaikan materi Teknologi Pengomposan Jerami dengan menggunakan inovasi teknologi Biodekomposer M-Dec. Pada Bimbingan Teknis kali ini petani diperkenalkan inovasi teknologi Biodekomposer M-Dec yang merupakan hasil penelitian Balai Penelitian Tanah, tujuan pengomposan, fungsi dekomposer, bahan-bahan yang diperlukan, hingga langkah-langkah pengomposan jerami. Ir. Jati Purwani, M.Si mengatakan penggunaan Biodekomposer MDEc dapat mempersingkat waktu proses pengomposan jerami. Secara alami proses pengomposan jerami memerlukan waktu sekitar satu bulan tetapi jika menggunakan Biodekomposer MDec hanya memerlukan waktu sekitar dua minggu. Jerami sebaiknya tidak dibakar karena merugikan secara kimia, fisika dan biologi. Jika tidak digunakan untuk menjadi pupuk kompos, jerami dapat juga digunakan sebagai pakan ternak.