JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Sesaat lagi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta akan membangun pertanian terintegrasi di Pulau Payung, yang merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Survey, diskusi dan rancangan tentang pertanian terintegrasi tersebut hampir rampung disiapkan oleh Tim BPTP Jakarta dan berbagai peneliti dari BBSDLP, BB Pascapanen, BBP2TP, Balitsa, Balitnak dan Dinas KPKP serta Suku Dinas KPKP Kepulauan Seribu, Jakarta.

Model Pertanian Terintegrasi di Pulau Payung ini meliputi budidaya sayuran, budidaya ternak, komposting, pascapanen. Kegiatan ini diawali dengan survey dan baseline untuk menentukan lokasi dan mengetahui sumberdaya yang tersedia di lokasi tersebut. Kegiatan ini akan melibatkan masyarakat Pulau  Payung dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan.  Selama ini,  pertanian merupakan kegiatan sampingan, dengan tanaman yang diusahakan umumnya bukan tanaman semusim, tetapi tanaman setahun dan tanaman tahunan seperti: sukun,  pepaya,  labu parang,  labu air,  dan sebagainya.  Kegiatan tersebut dilakukan setelah pulang dari melaut atau pada saat sedang tidak melaut.  Ketika para nelayan tersebut sedang melaut,  kegiatan bertani dilakukan oleh para isteri mereka.  
Kaum wanita di Pulau  Payung, selain sebagai ibu rumah tangga, juga mengolah sukun sebagai keripik, sehingga dapat menambah penghasilan rumah tangga mereka. Keripik sukun tersebut sudah dipasarkan ke luar pulau,  bahkan sampai ke wilayah kota Jakarta.

Masyarakat Pulau  Payung masih semangat untuk bertani. Hal ini terlihat dari pertemuan yang dilakukan belum lama ini untuk mensosialisasikan kegiatan pertanian terintegrasi lahan berpasir, dihadiri oleh lebih dari 20 orang KK, dari 50 KK yang ada di Pulau  Payung tersebut.  

Semangat ini diharapkan dapat menjadi titik tolak yang baik untuk pelaksanaan pertanian terintegrasi di Pulau Payung.