JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bogor – Komisi Nasional Sumber Daya Genetik (Komnas SDG) menyelenggarakan Kongres SDG VII di BB Biogen pada Selasa (14/08/2018). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan koordinasi dan menjalin kerjasama antar stakeholder pengelola sumber daya genetik (SDG) agar kegiatan pelestarian dan pemanfaatan SDG dapat dilakukan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga merupakan upaya penyadaran publik tentang pentingnya pelestarian dan pemanfaatan SDG.

Hadir dalam Kongres, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk memberikan arahan dan apresiasi kepada para pegiat SDG. Dalam arahannya, Menteri menyampaikan bahwa pengelolaan SDG merupakan salah satu upaya untuk melestarikan dan mengembangkan plasma nutfah yang dimiliki Indonesia, hingga dapat mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia. Untuk itu, Mentan berulang kali berpesan agar 12.000 plasma nutfah yang miliki di BB Biogen dan 32.000 plasma nutfah yang tersebar di seluruh Indonesia dijaga kelestariannnya. Pegiat SDG adalah pejuang reformasi untuk menghasilkan varietas tanaman dan ternak yang memiliki berbagai keunggulan atau memiliki ketahanan terhadap cekaman biotik atau abiotik. Pengembangan berbagai varietas tanaman atau ternak tersebut diharapkan akan merubah Indonesia menjadi negara pengekspor.

Kongres SDG merupakan wadah pertemuan bagi pegiat SDG, petani, perguruan tinggi, lembaga penelitian nasional, dan Komisi Daerah SDG (Komda SDG) untuk saling berbagi informasi terkait pegelolaan SDG di masing-masing daerahnya. Dalam kongres tersebut juga dilakukan penganugerahan petani pelestari SDG yang diberikan kepada Wiknyo dari Prov. D.I. Aceh Darussalam dan Daniel Tambalea dari Provinsi Sulawei Utara.