JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, 07 Agustus 2018, Ditengah gedung-gedung tinggi nan megah, Jakarta masih bisa melakukan usaha tani menanam padi, ya sawah memang masih ada walaupun statusnya tanah garapan alias tanah milik pengembang. Dari pada kosong, beberapa orang petani dari Indramayu menyulap lahan kosong menjadi sawah dan membentuk kelompok tani yang diberi nama Hizbul Waton yang berada di kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres. Untuk meningkatkan pengetahuan petani Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta mengadakan Bimtek Jarwo Super.

Acara dihadiri peneliti, penyuluh BPTP, penyuluh Suku Dinas KPKP Jakarta Barat dan anggota kelompok tani Hizbul waton. Acara diawali arahan dari Kepala BPTP Jakarta yang dalam hal ini diwakili oleh Kasie KSPP Syarifah Aminah, dalam arahannya untuk menyamakan persepsi sebaiknya anggota dan ketua kelompok tani secara berkala mengadakan pertemuan, dalam pertemuan bisa dibahas hal-hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan hasil panen, dengan meningkatnya hasil panen maka akan menambah penghasilan petani. Seperti yang akan kita lakukan hari ini, kali ini kita akan berbagi ilmu mengenai penanaman padi sistem Jarwo Super 2 : 1 yang akan disampaikan oleh Ana veronica peneliti dari BPTP Jakarta.

Jajar Legowo (Jarwo) super merupakan teknologi budidaya padi secara terpadu berbasis cara tanam jajar legowo, disini kita menggunakan jarak tanam antar baris 25 cm, dalam baris 12,5 cm, antar jajar legowo 50 cm Dalam penerapannya dilapangan, teknologi padi Jarwo super menggunakan; (1) benih bermutu varietas unggul baru dengan potensi hasil tinggi, (2) biodekomposer pada saat pengolah tanah, (3) pupuk hayati sebagai perlakuan benih dan pemupukan berimbang, (4) teknik pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu dan (5) alat mesin pertanian terutama untuk tanam dan panen. Acara dilanjutkan dengan demo pengukuran pH tanah, pengukuran kandungan N dalam tanah, pengukuran kandungan K dalam tanah dan pengukuran P dalam tanah.