JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta – Dalam rangka mengkomunikasikan/mendiseminasikan inovasi pertanian hasil penelitian dan pengkajian Badan Litbang Pertainan,  Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta menyelenggarakan Temu Teknis Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan TOGA, dengan narasumber berasal dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Ir. Bagem Sofiana Sembiring, M.Si.  Temu teknis dihadiri oleh Penyuluh Suku Dinas KPKP DKI Jakarta, Kelompok Tani, Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta. kegiatan dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2018, bertempat di Ruang Rapat BPTP Jakarta.

Acara dibuka oleh Kepala BPTP Jakarta, Ir. Etty Herawati, M.Si., dalam sambutannya  beliau menyampaikan bahwa melalui forum temu teknis ini, selain menjadi media penyampaian informasi teknologi penanganan dan pengolahan pascapanen TOGA, juga dapat menjadi ajang konsultasi produk dari Kelompok Tani Olahan yang ada di DKI Jakarta.

Ir. Bagem Sofiana Sembiring, M.Si  memaparkan berbagai macam tanaman obat serta proses penanganan pascapanennya menjadi berbagai bentuk, antara lain simplisia, serbuk dan ekstrak. Beliau juga menambahkan bahwa kemurnian simplisia ada beberapa kriteria diantaranya tidak boleh menyimpang dari bau dan warna aslinya, aroma harum dan tidak bau apek, bebas dari serangga dan pragmen hewan atau kotoran, tidak boleh mengandung bahan yang beracun dan berbahaya, kadar air maksimal 5% serta bahan organik asing maksimal 2 %.

Kegiatan diakhiri dengan praktek pembuatan balsem serei, instant temulawak, dan sirup temulawak. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena Penyuluh dan kelompok tani pengolah dapat melakukan praktek secara langsung dan dapat mengetahui apakah proses penanganan dan pengolahan yang telah dilakukan kelompok tani pengolah sudah sesuai dengan SOP atau tidak.

Murjito, (Penyuluh) Kepulauan Kabupaten Seribu berharap mudah-mudahan dengan adanya pelatihan ini bisa diterapkan di Kepuluan Seribu,  seperti  membuat sirup temulawak, balsam, karena semua bahan-bahan berasal dari darat bukan bahan pabrikan dan nantinya akan kita coba aplikasikan di industri rumahan yang ada di Pulau Seribu.