JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta -- Rapat koordinasi yang dilaksanakan pada minggu ke-2 Juli 2018 dilaksanakan dalam rangka penyusunan peraturan Gubernur terkait upaya pelestarian dan penanaman kembali tanaman khas Jakarta.  Rapat yang diselenggerakan oleh Plt Deputi Gubernur bidang budaya dan pariwisata ini dihadiri  oleh Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta,  Dinas Ketahanann Pangan Kelautan dan Pertanian,  Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Kehutanan, Biro Perekonomian Sekda Provinsi DKI Jakarta, dan Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian.

Kegiatan pelestarian dan penanaman kembali tanaman khas Jakarta sangat bersinergi dengan kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Genetik yang mejadi kajian strategis Badan Litbang Pertanian dan dilaksanakan oleh setiap BPTP di seluruh wilayah Indonesia.   Pada koordinasi ini telah diinventarisir 22 varietas lokal dari Jakarta yang telah keluar sertifikatnya dari kementerian pertanian dan 3 varietas memiliki  tanda daftar varietas lokal dari PPVTPP.  Sementara itu terinventarisir juga 51 tanaman yang sesuai dengan nama kelurahan yang ada di Jakarta.  Berdasarkan kronologis dari tetua Betawi, kelurahan tersebut diberi nama demikian karena pada masa yang lampau banyak didapati tanaman tersebut.

Agenda selanjutnya dari rapat koordinasi ini adalah pengajuan pendaftaran tanaman tersebut ke Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian agar resmi  menjadi tanaman khas Jakarta.  Sementara itu proses pendaftaran membutuhka tahapan yang cukup panjang, diantaranya adalah karakterisasi tanaman, pengajuan penandatangan oleh kepala daerah (gubernur), selanjutnya verifikasi dan penerbitan tanda daftar  oleh PPVTPP.  Untuk sangat dibutuhkan sinergi, kerja sama yang saling bahu-membahu untuk penyelesaian tugas.

Bersinergi, kerja cepat, kerja tuntas!!!