JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Yogyakarta – Badan Penelitian dan Pengembanga Pertanian tidak hanya memiliki pejabat fungsional peneliti dalam mengemban tugas pokok dan fungsinya. Namun, instansi yang memiliki 65 satuan kerja ini juga diperkaya oleh tenaga fungsional lain, seperti Penyuluh, Pustakawan, Teknisi Litkayasa, Analis Kepegawaian, Arsiparis, Pranata Komputer, dan Pranata Humas. Dalam rangka meningkatkan kapasitas para pejabat fungsional non peneliti, Balitbangtan menyelenggarakan Temu Teknis pada 4-6 Juli 2018 di Yogyakarta. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Badan yang diwakili Kepala Bagian Kepegawaian, Ir. Wachid Bambang Gunawan, M.Si.

Temu teknis yang diselenggarakan hanya setahun sekali ini, cukup diminati oleh para pejabat fungsional non peneliti lingkup Balitbangtan. Untuk tahun ini, kegiatan yang dijadikan ajang pengembangan profesionalisme pejabat fungsional tersebut mengusung tema “Peningkatan Kinerja Pejabat Fungsional Non Peneliti Balitbangtan dalam Mendukung Pencapaian Strategis Kementerian Pertanian”. Total makalah oral dan poster yang disajikan oleh para pejabat fungsional sebanyak 90 makalah.

Untuk meningkatkan kapasitas SDM dalam pengembangan profesi yang diembannya, para peserta dibekali materi tentang “Prospek Jabatan Fungsional Teknisi Litkayasa Mendukung Pertanian Modern” yang disampaikan oleh Ir. Ramatun Anggraini Kiemas, M.Si. (Kepala Bidang Akreditasi dan Penilaian Pusbindiklat BPPT) serta materi mengenai “Penyuluh Pertanian Era Kekinian” oleh Subejo, SP, M.Sc, P.hD (Dosen Fakultas Pertanian UGM). Sementara untuk pengembangan wawasan para peserta, kegiatan dilengkapi dengan field trip ke Taman Teknologi Pertanian Ngglanggeran yang berlokasi di Gunung Kidul dan ke Perusahaan Traktor “Karya Hidup Sentosa” yang merupakan salah satu perusahaan swasta nasional terbesar dalam industri traktor.

Temu teknis pejabat funsgional non peneliti merupakan salah satu wujud nyata pemerintah dalam meningkatkan kapabilitas pegawai agar lebih mumpuni. Tidak saja dalam menjalankan tupoksinya, baik itu dalam mendiseminasikan inovasi teknologi maupun kegiatan manajemen, namun juga peningkatan angka kreditnya sebagai pejabat fungsional.