JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Jakarta, 2 Juli 2018. Pengkajian bawang merah off season di DKI Jakarta dilaksanakan di wilayah kerja  Jakarta Selatan dan Jakarta Barat. Untuk Jakarta Selatan kegiatan dilaksanakan di kelompok tani Asem Lestari dan DLH (Dinas Lingkungan Hidup), sedang di Jakarta Barat dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan. KWT Flamboyan sendiri berada dirumah susun (rusun)  Flamboyan yang berdiri sejak tahun 2013, dari awal terbentuk KWT ini keberadaannya cukup stabil.

Dengan kepengurusan  baru KWT Flamboyan kegiatannya sangat meningkat, Jahe instan dan cincau adalah produk andalan mereka. Ketua kelompok dan anggota saling bantu membantu dalam menangani kegiatan mereka, oleh karena itu untuk tahun 2018, BPTP Jakarta Melakukan kegiatan pengkajian bawang meraf off season dikelompok ini.

Sosialisasi dihadiri oleh Kepala BPTP Jakarta, Kasie Pertanian, Koordinator Penyuluh dan Penyuluh Jakarta Barat, Pengelola Rusun, Ketua dan Anggota Kelompok  Rusun Flamboyan serta Penyuluh dan Peneliti dari BPTP Jakarta yang semuanya berjumlah 60 orang.

Dalam sambutannya Kepala BPTP Jakarta, Ir.  Etty Herawati, M.Si, menyampaikan keunggulan kelompok  ini adalah para ibu-ibunya aktif, oleh karenanya terpilih untuk kegiatan pengkajian bawang merah, terbukti kegiatan yang dilakukan disini berjalan dengan baik, diharapkan untuk kedepannya kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar dan berkelanjutan. Bawang merah biasanya dibudidayakan pada saat on season atau tidak musim hujan, akibatnya dimusim hujan harga bawang merah mahal, oleh karena itu BPTP Jakarta melakukan kegiatan pengkajian disaat musim hujan.

Selanjutnya, Etty Herawati mengharapkan masing-masing rumah tangga bisa menanam sendiri bawang merah dirumahnya dan hasilnya bisa dinikmati sendiri, kalau menanam sendiri kita mengetahui dan pasti bebas pestisida, bawang merah yang dibeli banyak mengandung pestisida, pengaruh pestisida akan sangat tidak baik untuk kesehatan kita dan dapat memicu penyakit. Oleh karena itu lakukanlah budidaya bawang merah sendiri, tidak hanya bawang merah saja, sayuran yang akan kita makan sebaiknya tanam sendiri. BPTP mengajak bagaimana supaya ibu-ibu bisa menanam sendiri dan itu berguna  untuk kesehatan kita. Mudah-mudahan kerja sama ini bisa dilakukan dengan kegiatan yang lain.

Wakil Kepala Sudin KPKP Jakarta Barat, Hanim menyampaikan penanaman bawang merah bagi warga merupakan sesuatu hal baru, oleh karena itu perlu bimbingan dan arahan dari BPTP Jakarta.

Ir. Emi Sugiartini, M.Si,  selaku penanggung jawab kegiatan pengkajian ini mengatakan kegiatan akan dilakukan di polybaq dan dilahan pekarangan, varietas yang digunakan adalah Sembrani, Trisula, Bima dan Mentes. Dari ke empat varietas ini nantinya akan diketahui varietas apa yang cocok dan tahan terhadap hujan dan itulah yang akan kita rekomendasikan dan akan kita kembangkan untuk wilayah Jakarta Barat.