JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bercocok tanam di perkotaan dihadapkan pada kondisi ketersediaan lahan yang terbatas.  Namun pembatas tersebut bukanlah penghambat, perlu dicari solusi untuk mengatasinya. Budidaya secara polykultur/tumpang sari merupakan salah satu alternatif solusi yang dapat dilakukan.  Namun, modifikasi perlu dilakukan agar sesuai dengan kondisi yang ada.

BPTP Jakarta beserta Sudin KPKP Jakarta Selatan melakukan kajian polykultur cabai dan sayuran dalam pot di kelompok tani Gandaria Utara, Kebayoran Baru.  Media  pot dipilih karena lahan pekarangan yang dimiliki rata-rata sangat terbatas dan sudah dibeton.  Kegiatan diawali dengan sosialisasi pada Maret 2018, kemudian dilakukan pemilihan 20 calon kooperator.  Pemilihan kooperator dilakukan berdasar kriteria minat untuk melakukan budidaya, dan juga lahan yang terbuka utuk mendapatkan sinar matahari yang cukup.  Selanjutnya dilakukan proses persiapan dengan penyediaan media tanam dan penanaman bibit tanaman.

Juni 2018, tampak pertumbuhan tanaman di setiap kooperator yang sangat beragam.  Didapati gangguan hama tikus, ayam dan kucing yang cukup mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Teknis pengendalian secara mekanis dilakukan dengan memberi penghalang/barier di pot.  pertumbuhan tanamanpun cukup optimal, kecuali pada beberapa titik kooperator yang hamanya sangat lihai.  

Diluar kondisi serangan hama, polykultur cabai dan sayuran memberikan hasil yang sangat potensial untuk dikembangkan bagi yang ingin berbudidaya di pekarangan terbatas.