JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Mengunjungi lokasi Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) RW 10 Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, membuat Mentan Suswono terkesan dengan kehijauan yang jarang di temui di wilayah Jakarta. “Lingkungan hijau dan asri ini membuat kita nyaman dan betah. Hijau, tak serasa di Jakarta”, ungkapnya saat itu. Kunjungan pada Jumat (20/7) sore tersebut juga sekaligus dilakukan panen sayuran selada.

Mentan mengungkapkan banyak lahan pekarangan yang belum diberdayakan secara optimal. Padahal lahan pekarangan tersebut dapat dimanfaatkan untuk menanam cabai, tomat, terong, umbi-umbian, tanaman obat dan tanaman pangan lainnya, juga memelihara ikan atau kelinci untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Dalam kunjungannya, Suswono didampingi oleh Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Haryono, Tenaga Ahli Menteri Bidang Informasi dan Komunikasi, Dedi Junaedi, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta, Sri Sulihanti, Wakil Camat Kramat Jati serta sejumlah pejabat lainnya.

Kepala Badan Litbang Kementerian Pertanian, Haryono, mengungkapkan “Kekuatan KRPL dapat mereplikasi sendiri, cepat sekali”. Bahkan, pelaksanaan KRPL di beberapa daerah telah terbukti memberikan manfaat terhadap pemenuhan kebutuhan pangan keluarga dan mendatangkan keuntungan ekonomi untuk keluarga.

Kawasan Rumah Pangan Lestari mulai dicanangkan sebagai gerakan nasional oleh Presiden SBY pada 13 Januari 2012. Gerakan ini sendiri dibangun dengan 4  prinsip utama, yaitu ketahanan dan kemandirian pangan keluarga; peningkatan diversifikasi pangan; konservasi sumber daya pangan lokal; dan peningkatan kesejahteraan petani.

Ramin Sa’aman, salah satu perwakilan Kelompok Tani Lestari RT 6 RW 10, dalam bincang-bincang menyampaikan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah di lingkungannya sudah dilakukan sejak tahun 70-an. Mulai tahun 2001, melalui Kelompok Tani Lestari, pemanfaatan pekarangan rumah lebih terkelola sehingga pada tahun tahun 2003 mampu menjadi  juara 2 Lomba Penghijauan Pemanfaatan Lahan Pekarangan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta. Dan terakhir, per Maret 2012 mendapat bantuan dan bimbingan dari BPTP Jakarta.

Di akhir pesan kunjungannya, Suswono mengharapkan program KRPL ini dapat dikenali, dipahami dan dikembangkan oleh seluruh lapisan masyarakat baik di perdesaan maupun di perkotaan

Pada tanggal 17 Juli 2012 Komisi IV DPR-RI (yang membidangi  Pertanian, Kehutanan, Kelautan dan Perikanan , Perum Bulog serta Dewan Kelautan Indonesia) melakukan Kunjungan Kerja ke beberapa wilayah di DKI Jakarta, salah satunya ke Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur. KRPL Kramatjati ini merupakan salah satu dari 9 titik binaan BPTP Jakarta.  Sebagai langkah awal,  pelaksanaan KRPL dilakukan oleh Kelompok Tani Lestari yang diketuai oleh Bapak H. Ramin berlokasi di RW 8 Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur.

Rombongan sekitar 20 orang dari beberapa Fraksi ini  dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI, Bapak. E. Herman Khaeron, M.Si. Walaupun kedatangan rombongan sudah sore, bahkan menjelang maghrib,tetapi tetap disambut gembira oleh  Kelompok Tani Lestari serta masyarakat sekitar. Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Sudin Pertanian dan Kehutanan Jakarta Timur, Staf Dinas Kelautan dan Pertanian, Kapolsek Ciracas, Camat dan Lurah Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati.

Acara diawali dengan berjalan melihat tanaman sayuran dan toga yang ditanam di pekarangan warga baik yang di tanam dalam pot, polybag, pot gantung, dalam talang tempel maupun dalam rak vertikultur. Kunjungan dilanjutkan ke rumah Ketua Kelompok yang berfungsi sebagai tempat perbenihan dan lokasi display untuk melihat tanaman sayuran yang di tanam dengan sistem hydroponix dan aquaphonix yang diletakkan diatas kolam ikan mas, nila, patin dan bawal, dengan tujuan tanamannya mendapatkan pupuk dari kotoran ikan sedangkan kolam ikan tetap bersih airnya.

Dalam sambutannya ketua komisi IV DPR-RI menyatakan bahwa mustahil di perkotaan padat penduduk dapat bercocok tanam. Tetapi di lokasi ini dapat dilihat ada alternatif lain yang dapat digunakan utuk mengatasi ketersediaan lahan sempit untuk bercocok tanam yaitu Wall Gardening (tanaman menempel di tembok) dan Verticulture (tanaman digantung di pagar) yang sangat cocok untuk diaplikasikan pada daerah perkotaan yang minim akan lahan kosong. Komisi IV khususnya yang menangani bidang Pertanian meliputi perternakan dan perikanan, berfungsi untuk menampung aspirasi mengenai hal yang bersangkutan dengan Pertanian. Beliau sangat mengapresiasikan program ketahanan pangan yang sudah diaplikasikan di Kelurahan Tengah Kramat Jati, dan berharap program ini bisa diikuti oleh kelurahan-kelurahan lain khususnya di DKI Jakarta, dan juga di aplikasikan di Provinsi-provinsi lainnya. Program ini (KRPL) sudah dicatat di Badan Ketahanan Pangan Republik Indonesia.

Warga RW 8 Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur  sudah aktif memanfatkan pekarangan dengan bercocok tanam. Di lokasi tersebut bisa dijumpai TOGA, pohon buah-buahan, tanaman langka, tanaman pangan serta sayuran.  Warga membangun rumah kompos berbahan baku kulit bawang yang didapat dari warga sekitar yang berprofesi sebagai buruh pengupas bawang. Rumah kompos ini mampu menampung sampah warga sekitar 3-5 bak (ukuran 1,5 X 3,5 meter). Kompos tersebut dimanfaatkan warga untuk bercocok tanam.

Pada tahun anggaran 2012 ini BPTP Jakarta melaksanakan Program KRPL dilokasi tersebut dengan mendirikan kebun bibit serta memberikan penyuluhan dan  praktek teknologi budidaya sayuran maupun TOGA, teknologi budidaya ikan  serta teknologi lain yang dibutuhkan warga. Masuknya BPTP Jakarta diakui oleh ketua kelompok maupun ketua RW membuatan kegiatan pemanfaatan pekarangan di RW 8 Kelurahan Tengah, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur lebih berkembang. Harapan kedepan menjadikan wilayah tersebut mandiri akan kebutuhan Pangan.

Pekan Inovasi Teknologi Hortikultura Nasional 2012 (Pentas Hortikultura 2012) merupakan upaya Puslitbanghorti dalam meningkatkan diseminasi teknologi hortikultura. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 2 sampai 6 Juli 2012 di Kebun Percobaan Subang (KP Subang)  dan Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa) Lembang. Rangkaian kegiatan antara lain Seminar Nasional, Promosi varietas unggul hortikultura dan pengenalan calon varietas baru, Gelar Teknologi (Lapangan), Pameran dan bursa, konsultasi agribisnis hortikultura, peragaan teknologi, serta demo kuliner, Wisata Edukasi Cinta Buah Indonesia: Kekayaan Plasma Nutfah dan Manfaatnya, Temu Bisnis, Pelatihan Teknologi Hortikultura serta aneka lomba.

BPTP Jakarta ikut mengisi Pameran dan Promosi Pembangunan Pertanian  bergabung dengan stand Badan Litbang Pertanian. Materi yang ditampilkan antara lain teknologi pembuatan sari buah belimbing, serta teknologi pembuatan pupuk organik pellet/granul dan cair dari limbah organik pasar. Teknologi yang ditampilkan mendapat apresiasi dari pengunjung.

Dari sembilan titik yang dijadikan Model dalam pengembangan kawasan rumah pangan lestari di DKI Jakarta, empat lokasi yang dibina oleh BPTP Jakarta telah berkembang cukup baik dan sesuai dengan yang digariskan dalam Pedum M-KRPL maupun yang diharapkan oleh BPTP Jakarta.  Perkembangan tersebut telah diapresiasi oleh masyarakat, diantaranya dengan mulai banyaknya kunjungan-kunjungan oleh masyarakat sekitar maupun kelompok masyarakat yang berada jauh dari areal lokasi binaan.

Sebagai contoh, pada hari ini Selasa 10 Juli 2012 salah satu lokasi M-KRPL di wilayah Jakarta, yakni M-KRPL di Kelurahan Tengah Kecamatan  Kramat Jati mendapatkan kunjungan dari KWT yang berasal dari Desa Gadung, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.  Kelompok Wanita Tani tersebut merupakan salah satu kooperator pengembangan kegiatan P2KP dan M-KRPL di Propinsi Bangka Belitung.

Sebanyak 20 orang anggota KWT yang didampingi oleh Petugas Dinas Pertanian Bangka Selatan berkunjung dan melakukan studi bandingi. Fokus dari kegiatan tersebut, disamping sebagai ajang percontohan, menggali inovasi, juga dijadikan ajang untuk memupuk motivasi anggota KWT dalam melaksanakan program M-KRPL di Propinsi Bangka Belitung.  Dari hasil wawancara yang dilakukan selepas kunjungan, peserta tamu merasa puas dan mendapatkan ilmu dan pengalaman yang sangat berharga, serta motivasi yang kuat agar dapat mengembangkan KRPL serupa di Provinsi Babel, khususnya Kabupaten Bangka Selatan, yang tidak kalah baiknya dengan KRPL di DKI Jakarta.

Pertemuan Tahunan Gender dan Pemberdayaan Perempuan tahun 2012 diselenggarakan pada tanggal 26-30 Juli 2012 bertempat di Exhibition & Convention Hall SME Tower. Event ini dibuka oleh Hj. Linda Amalia Sari Gumelar, S.IP selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI.  Mengusung tema ”Perempuan Indonesia dengan Semangat Kartini mengawal Kebangkitan Nasional”, MITRA GENDER SUMMIT 2012 memiliki rangkaian acara sebagai berikut :

-     Roadshow MITRA GENDER SUMMIT 2012
-     Konvensi Nasional Gender 2012
-     Festival Perempuan dalam Media 2012
-     irektori Gender & Pemberdayaan Perempuan 2012
-     Gender & Woman Expo 2012
-     Anugrah Mitra Gender 2012  

Pameran Gender & Woman Expo diselenggarakan sebagai salah satu acara Mitra Gender Summit 2012. Pameran ini diadakan di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto, Jakarta dari tanggal 26 sampai 30 Juni 2012. Dalam pameran ini digelar berbagai pencapaian prestasi perempuan dan kesetaraan gender di Indonesia, termasuk di dalamnya berbagai dokumentasi dari program pemberdayaan perempuan. Partisipan dalam pameran ini adalah kementerian/lembaga hingga kalangan dunia usaha yang memiliki orientasi pada segmen perempuan.

BPTP Jakarta berpartisipasi dalam pameran tersebut. Bergabung dengan Litbang Pertanian, mewakili Kementerian Pertanian, pameran tersebut menampilkan teknologi pertanian perkotaan  mendukung program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang saat ini sedang dikembangkan Kementerian pertanian. Konsep KRPL mengacu pada  pemanfaatan pekarangan secara intensif, ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Materi yang dipamerkan  antara lain teknologi  bertanam sayuran di lahan sempit dengan teknik vertikultur dan bertanam dalam pot/polybag (sayuran dan toga), serta memelihara ikan di kolam yang dirancang untuk pekarangan sempit. Selain itu dipamerkan pula sayuran hasil petani binaan BPTP Jakarta berupa oyong, pare, timun, kacang panjang serta pepaya merah delima (salah satu varietas unggul).

Banyak pengunjung tertarik dengan materi yang di pameran seperti tanaman terung atau oyong dalam pot dengan buah yang bergelantungan, indahnya tanaman seledri dan selada dalam pot gantung, taman sayur maupun merahnya pepaya delima. Sayuran maupun TOGA tersebut selain dapat dijadikan sebagai tambahan gizi keluarga, juga mempunyai nilai artistik penghias pekarangan yang menyejukkan. Para pengunjung, terutama ibu-ibu, tertarik dengan teknologi yang dipamerkan karena bisa diterapkan di perkarangannya.