JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Siapa yang mengira, hamparan tanaman bawang merah ini ada di Jakarta, tepatnya di lahan sawah abadi, Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. BPTP Jakarta bersinergi dengan DKPKP Provinsi DKI Jakarta melalui UPT Pusbangbenih melaksanakan kegiatan ‘Perbenihan Bawang Merah’ guna menyiapkan ketersediaan benih bawang merah di DKI Jakarta.
 
Tujuh varietas bawang merah hasil pemuliaan Badan Litbang Pertanian tertanam rapi di lahan seluas 3000m2. Varietas sembrani, Kramat 1, Pancasona kini sudah menginjak umur 3 MST, sementara Kramat 2, Katumi, Mentes, dan Pikatan baru berumur 2 MST.
 
Benih sumber yang ditanam merupakan kelas Breeder seed/Benih Penjenis dengan label berwarna kuning. Benih kelas ini dengan budidaya sesuai SOP perbenihan dapat ditanam hingga tiga periode untuk menghasilkan benih dengan kelas benih secara berturut-turut Foundation seed/Benih Dasar (label putih), Stock seed/Benih Pokok (label ungu), dan Extension seed/Benih Sebar (label biru).
 
Dalam 2-3 bulan kedepan, benih-benih yang ditanam hari ini akan menjadi sumber-sumber benih yang siap didistribusikan untuk pengembangan budidaya bawang merah di DKI Jakarta.
 
Benih, hasil hari ini janji esok hari (Sadjad, 1993)
 
Jakarta (08/09/2021), BPTP Jakarta melaksanakan Temu Teknis Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan Seri I yang mengangkat tema “Pascapanen dan Peluang Bisnis Produk Pertanian di Masa Pandemi Covid-19”.
 
Acara dibuka oleh Kepala BBP2TP (Dr. Ir. Fery Fahrudin Munir, M.Sc), dalam pembukaannya beliau menyampaikan bahwa di masa Pandemi Covid-19 ini kegiatan pertanian tidak boleh berhenti karena harus menyediakan pangan untuk kebutuhan primer masyarakat banyak. Khusus pertanian di perkotaan, pemanfaatan lahan sempit pun bisa dioptimalkan untuk memproduksi pangan bagi keluarga. Kepala BPTP Jakarta (Dr. Ir. Nurhayati, M.Si) menyampaikan bahwa kegiatan Temu Teknis ini merupakan salah satu upaya yang ditempuh untuk melakukan hilirisasi teknologi dan inovasi Balitbangtan di DKI Jakarta. Nurhayati juga melaporkan kegiatan Hilirisasi pertanian perkotaan terintegrasi yang sudah dirintis pada tahun ini di wilayah Kalijodo – Jakarta Utara.
 
Berkesempatan hadir secara virtual pada kegiatan Temu Teknis perdana ini, Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta (Ir. Suharini Eliawati, M.Si) sangat mendukung semua pihak dalam pengembangan pertanian perkotaan di DKI Jakarta. Beliau juga menjelaskan dalam sambutan dan pemaparannya, bahwa ketertarikan masyarakat DKI Jakarta terhadap pertanian perkotaan meningkat sebesar 5%, yang menunjukkan bahwa Jakarta juga dapat melakukan produksi pangan. Kerja sama dan kolaborasi semua pihak dalam mengembangkan pertanian di DKI Jakarta sangat dibutuhkan guna mempercepat hilirisasi inovasi teknologi dan meningkatkan kesejahteraan petani di DKI Jakarta.
 
Dalam Sesi materi kali ini juga menghadirkan narasumber inti, yaitu Muflihani Yanis, S.Pt, M.Si (Peneliti BPTP Jakarta) dengan topik materi “Pengolahan dan Pengemasan Sayuran Segar dan Sehat”, dan Oshin Hernis (Sayurbox Head of Marketing Communications) dengan topik materi “Mendigitalisasi Rantai Pasokan Produk Segar”. Pandemi Covid-19 yang masih terjadi saat ini pun bisa memberikan dampak yang positif bagi dunia usaha yang bergerak di sektor pertanian, sektor jasa pemasaran salah satunya. Dengan menggandeng dan bermitra dengan petani, maka hasil produksi pertanian bisa semakin mudah diakses oleh masyarakat dan berdampak pula bagi petani untuk meningkatkan pendapatannya.
Jakarta -- Desain Besar Pertanian Perkotaan DKI Jakarta Tahun 2018 – 2030 menjadi acuan bagi semua pelaku pertanian perkotaan untuk mencapai ketahanan dan kedaulatan pangan serta peningkatan kualitas lingkungan hidup di DKI Jakarta. Dalam Desain Besar Pertanian Perkotaan DKI Jakarta terdapat 7 (tujuh) sasaran ruang pelaksanaan pertanian perkotaan, yaitu rumah susun, lahan kosong, lahan pekarangan dan gang perkampungan, sekolah, perkantoran, Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), dan lahan laut. Sejalan dengan hal tersebut, melalui kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Perkotaan Mendukung Pengembangan Urban Farming Berkelanjutan Di Provinsi DKI Jakarta, BPTP Jakarta mengembangkan percontohan pertanian perkotaan area perkantoran di Kantor Kelurahan Jatipadang Jakarta Selatan. 
 
Kamis (2/9/2021) Kepala BPTP Jakarta, Dr. Nurhayati, SP., M.Si bersama Lurah Jatipadang melakukan pindah tanam semaian hidroponik di halaman kantor Kelurahan Jatipadang.  “Percontohan di kantor kelurahan ini, merupakan salah satu sarana diseminasi kepada masyarakat guna mempercepat adopsi teknologi pertanian perkotaan oleh masyarakat” Ujar Kepala BPTP Jakarta. Teknologi Hidroponik, Vertikultur Bawang dan Tabulampot didiseminasikan kepada masyarakat melalui kegiatan ini. Kedepan juga akan dilengkapi dengan teknologi pengolahan limbah organik perkantoran. 
 
Lurah Jatipadang, Narip Aripin, menyambut baik kegiatan percontohan ini sebagai sarana edukasi kepada masyarakat, disamping itu kegiatan pertanian perkotaan di halaman kantor kelurahan membuat lingkungan semakin indah dan asri. 
 
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini terlihat dari adanya keingintahuan masyarakat untuk sekedar melihat teknologi dari dekat maupun bertanya terkait teknologi budidaya tanaman pertanian pekotaan. Posisi Kantor kelurahan Jatipadang yang berseberangan dengan BPTP Jakarta, memudahkan masyarakat yang ingin mempelajari teknologi lebih lanjut untuk langsung berkonsultasi dengan para peneliti penyuluh BPTP Jakarta.

Jakarta, Selasa (7/9/2021) BPTP Jakarta dikunjungi Kepala BBP2TP, Dr. Ir. Ferry Fahruddin Munir, M.Sc., dalam rangka silaturahim setelah melaksanakan observasi kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi di Kalijodo, Jakarta Utara. Kunjungan ini merupakan kunjungan perdana setelah hampir enam bulan menjabat sebagai Kepala BBP2TP yang baru. Kepala BBP2TP memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala BPTP Jakarta, Dr. Nurhayati SP, M.Si, serta jajarannya, karena kegiatan Hilirisasi Inovasi Teknologi yang bisa diwujudkan dengan baik meski dengan dana terbatas, serta menarik banyak dukungan termasuk dari Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Jakarta Utara berupa pemberian tanaman alpukat.

Keberhasilan kegiatan di Kalijodo dapat dirangkai menjadi sebuah cerita sukses Hilirisasi Inovasi Teknologi. Kegiatan ini digadang-gadang untuk tetap dilanjutkan di tahun mendatang. Aspek lain yang menjadi amanah Kepala BBP2TP diantaranya yaitu percepatan realisasi anggaran dan kedisiplinan pegawai yang harus diperhatikan bersama untuk pencapaian target kinerja. Sebelum mengakhiri kunjungannya, Kepala BBP2TP menyempatkan untuk berkeliling meninjau halaman kantor dengan didampingi oleh Kepala BPTP Jakarta.

Gunung Sahari (02/09/2021) –- Kali ini Kepala BPTP Jakarta (Dr. Ir. Nurhayati, M.Si) dengan beberapa peneliti dan penyuluh BPTP Jakarta berkesempatan untuk bersilaturrahim dengan Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta yang baru dilantik Agustus silam ibu Ir. Suharini Eliawati, M.Si. “Selamat dan sukses selalu Ibu Kadis, semoga pertanian di DKI Jakarta semakin maju…” Ujar Nurhayati dalam pertemuan pertama kalinya dengan Kadis KPKP di ruang kerjanya. “Alhamdulillah… Mohon do’a dan dukungan BPTP Jakarta untuk pembangunan pertanian di DKI Jakarta. Dan jangan sungkan-sungkan untuk memberi saran dan masukannya…” sahut Elly membalas ucapan Nurhayati.

Dalam obrolan ringan bersama ibu Kadis, Nurhayati menyampaikan beberapa kegiatan pengembangan pertanian yang dilakukan BPTP Jakarta, diantaranya kegiatan Hilirisasi Teknolohgi dan Inovasi Balitbangtan di Kalijodo, rintisan mandiri cabai di Kelurahan Jati Padang, upaya pelestarian Sumberdaya Genetik (SDG) lokal DKI Jakarta serta rencana pembuatan buku memoar Pejuang Teknologi BPTP dari BBP2TP. Demikian sebaliknya, Elly juga menceritakan secara ringkas beberapa kegiatan yang berupaya untuk mengangkat pertanian dicintai semua kalangan, mulai dari rintisan Kepulauan Seribu Mandiri Pangan, Akademi Urban Farming, pengembangan tanaman hias di Jakarta Barat, hingga pengembangan pengolahan limbah ternak dengan maggot. Semua kegiatan Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta tidak luput dari kegiatan kolaborasi antar berbagai instansi dan stakeholder lainnya. Elly berprinsip, tidak zamannya lagi kita bekerja sendiri untuk kesuksesan sendiri, lebih baik mari kita bekerjasama untuk mencapai kesuksesan bersama dimanapun dan kapan pun.

Bersamaan dengan silaturrahim ini, Kepala BPTP Jakarta juga menyerahkan bingkisan berupa Buku 70 Teknologi Inovatif BPTP Jakarta dan Buku 600 Teknologi Inovatif Pertanian Balitbangtan kepada Kepala Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta. Semoga silaturrahim ini menjadi awal yang baik untuk kemajuan dan pengembangan pertanian di Provinsi DKI Jakarta ke depan. Jakarta: a city of collaboration.