JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Pertanian di perkotaan tidak hanya berorientasi produksi, tapi juga edukasi dan rekreasi sehingga nilai estetika dan pemanfaatan ruang yang terbatas perlu menjadi perhatian. BPTP Jakarta bersama KKT-PTI, menerapkan salah satu metode bertanam yang dikenal dengan square foot garden di lokasi “Hilirisasi Teknologi dan Inovasi Balitbangtan di Provinsi DKI Jakarta” di daerah Kalijodo, lebih tepatnya di sebelah Utara Hariston Hotel & Suites, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Square foot garden merupakan metode bertanam yang dikembangkan oleh Mel Bartholomew pada tahun 1970-an. Ciri bertanam menggunakan metode SFG adalah adanya “bed” yang ditinggikan menggunakan pembatas baik dari kayu, batu, ataupun material lainnya yang dapat menahan media tanam tetap berada di tempatnya.

Square foot garden memiliki daya tarik tersendiri yaitu dapat diterapkan di mana saja, di atap, di beton, maupun di tanah lapang.  Keunggulan lainnya, square foot garden menghadirkan nilai estetika yang menarik, memiliki ruang tumbuh yang lebih terkonsentrasi sehingga penggunaan pupuk dan air lebih efisien.Selain itu, tanaman lebih mudah dikelola, lebih mudah untuk rotasi tanaman, lebih sedikit gulma sehingga lebih sedikit waktu untuk perawatan. Metode ini juga sangat dianjurkan untuk pemula, karena kemudahannya dalam mengontrol pertumbuhan tanaman.

Selada, bawang merah, terong, mentimun, dan kenikir merupakan tanaman yang dibudidayakan pada percontohan square foot garden di Kalijodo. Panen perdana mentimun yang ditanam pada square food garden dilakukan pada minggu terakhir Agustus 2021. Dari 42 tanaman mentimun yang ditanam pada 7 square foot garden dengan jarak tanam 60 cm x 40 cm, diperoleh total 10,37 kg. Tidak berhenti sampai di sini, panen mentimun masih dapat dilakukan hingga 1,5 bulan selanjutnya karena fase buah muda dan fase bunga masih bergelayut pada batang yang bertumpu pada ajir bambu.

Bertanam sayuran sehat, kaya manfaat, dan membuat lingkungan enak dilihat…..

Jakarta -- Mendukung pelaksanaan kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan Ruang Perkotaan Mendukung Urban Farming Berkelanjutan di Provinsi DKI Jakarta, Selasa (1/9/2021), BPTP Jakarta membagikan bibit cabai, bibit terong, tabulampot jeruk, media tanam dan pupuk kepada 70 (tujuh puluh) warga RW.06, Kelurahan Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pertanian perkotaan serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dan masyarakat wilayah DKI Jakarta terhadap inovasi teknologi pertanian perkotaan mendukung Desain Besar Pertanian Perkotaan Provinsi DKI Jakarta 2018-2030. Pada kesempatan ini secara simbolis dilakukan penyerahan bibit, saprodi dan juknis budi daya secara langsung oleh Kepala BPTP Jakarta kepada Ketua RW 06. 
 
Dalam sambutannya, Kepala BPTP Jakarta, Dr. Nurhayati, SP., M.Si, berharap melalui kegiatan ini teknologi pertanian perkotaan banyak diadopsi dan diimplementasikan secara meluas dan berkelanjutan di seluruh wilayah DKI Jakarta. Pada kegiatan ini, BPTP Jakarta tidak hanya membagikan benih namun disertai dengan bimbingan teknis dan pendampingan teknologi budi daya dan olahan pascapanen, serta penyuluhan, pelatihan dan pendampingan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos. BPTP Jakarta terbuka bagi seluruh warga yang hendak berkonsultasi dengan peneliti penyuluh terkait budi daya di lapangan. 
 
 
Ketua RW 06, Arif Syarifuddin, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada BPTP Jakarta, atas kepercayaan yang diberikan kepada warga RW 06  untuk menerima bibit cabai. Beliau mengajak warga untuk secara aktif memanfaatkan pekarangan yang ada untuk budidaya sayuran perkotaan. "Di bawah bimbingan BPTP Jakarta, mari kita terapkan teknik budi daya  pertanian perkotaan yang baik dan benar" himbau Arif Syarifuddin. 
 
Kasi Kesra Kelurahan Pasar Minggu, Wahwi Nastuti, mengajak warga untuk giat mengembangkan pertanian perkotaan di lingkungan masing-masing. Urban farming selain menyenangkan dan dapat menurunkan stres, juga diketahui mendatangkan beberapa manfaat dan keuntungan bagi Kesehatan. Dengan menanam sendiri sayuran di pekarangan, warga dapat menghemat pengeluaran rumah tangga dan menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga secara mandiri. 
 
Kasatpel Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian Kecamatan Pasar Minggu, Ida Masni, menyampaikan apreasiasi atas terlaksananya kegiatan ini serta siap mendukung dan membantu mendampingi pelaksanaan kegiatan di lapangan. “Mari manfaatkan kegiatan ini semaksimal mungkin, untuk menumbuhkan ketahanan pangan masyarakat dan menciptakan lingkungan sehat bebas polusi melalui kegiatan budidaya tanaman dan pemanfaatan limbah rumah tangga.” ujar Ida Masni.
 
Semoga kegiatan pertanian perkotaan di DKI Jakarta dapat berkelanjutan dan berkembang semakin pesat.
Jakarta – Semangat kemerdekaan Republik Indonesia terasa di Kelompok Tani Jawa Indah, Semanan, Kalideres Jakarta Barat saat panen padi, walaupun dilaksanakan saat pandemi Covid-19.  Panen yang dilakukan pada musim tanam padi kali ini menggunakan alat panen otomatis, Combine Harvester, pada Senin, 16 Agustus 2021.
 
Padi yang terakhir dipanen pada musim tanam kali ini seluas kurang lebih  4 ha dari total luas lahan lebih dari 15 Ha, dengan varietas padi yang ditanam yaitu Inpari 32. Varietas ini memiliki keunggulan diantaranya tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri strain III dan IV, tahan terhadap blas ras 033, agak tahan terhadap Tungro, dan potensi hasil dapat mencapai 8,42 ton/Ha. Varietas unggul Inpari 32 ini merupakan salah satu bagian dari paket teknologi padi yang didiseminasikan oleh BPTP Jakarta. Berdasarkan perhitungan secara ubinan, diperkirakan hasil panen yang diperoleh mencapai 6.5 ton/Ha. Hasil panen umumnya tidak optimal disebabkan banyaknya hama berupa burung dan tikus.
 
Ketua Poktan Tani Jawa Indah, Racidin, mengungkapkan meskipun biaya panen tidak berbeda nyata, panen padi dengan menggunakan Combine Harvester lebih menguntungkan daripada panen secara manual, diantaranya yaitu hemat tenaga kerja dan waktu, serta gabah yang dihasilkan menjadi lebih bersih. 
 
Menjelang 76 tahun kemerdekaan, Petani Jawa Indah pun sudah menikmati teknologi Combine Harvester, namun makna kemerdekaan ini belum sepenuhnya dapat dirasakan seluruh petani, salah satunya yaitu penguasaan modal berupa lahan dan pendanaan yang terbatas. Semoga petaniku semakin sejahtera dan merdeka.

BPTP Jakarta bersama Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Utara dan Jakarta Barat kembali terlibat aktif dalam melakukan verifikasi data tanaman pangan, khususnya produktivitas padi. Kegiatan ini diinisiasi oleh Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian-Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (BSDLP-Balitbangtan) dalam rangka melakukan pendugaan produktivitas padi menggunakan penginderaan jarak jauh berdasarkan data Sentinel-1. Kegiatan ini bertujuan untuk memperoleh model penyempurnaan penginderaan jarak jauh terhadap produktivitas padi nasional secara cepat dan akurat. Namun hasil pemodelan ini tetap memerlukan validasi dengan produktivitas sesungguhnya di lapangan, sehingga diperlukan kerja sama yang baik antar instansi terkait. Validasi ini dilakukan dengan cara pengukuran hasil panen dari ubinan yang berukuran 2,5 m x 2,5 m seperti yang digunakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), yang selanjutnya diproyeksi dalam bentuk hasil per hektar.

BBSDLP-Balitbangtan memberikan amanah kepada beberapa BPTP untuk melakukan validasi produktivitas padi nasional, salah satunya adalah BPTP Jakarta. BPTP Jakarta melakukan pengamatan hasil panen ubinan di tiga wilayah Provinsi DKI Jakarta yang memiliki hamparan sawah yang cukup luas yaitu Wilayah Kota Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Setiap wilayah kota dilakukan pengamatan luas ubinan sebanyak 5 titik dengan lokasi yang tersebar.

Kegiatan pengamatan yang pertama dilaksanakan di Wilayah Kota Jakarta Utara pada tanggal 12 Agustus 2021 dengan melakukan pengamatan sebanyak 2 titik, sedangkan 3 titik lainnya diamati pada tanggal 20 Agustus 2021. Titik-titik pengamatan berada di Kelurahan Rorotan, Kecamatan Cilincing, Kota Jakarta Utara. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa produktivitas padi dari lima titik ini memiliki produktivitas yang beragam. Dari lima titik pengamatan luas ubinan didapatkan gabah bersih dengan bobot masing-masing 8,08 kg, 4,60 kg, 1,68 kg, 2,89 kg dan 3,11 kg. Setelah diproyeksikan dengan luasan satu hektar maka secara berturut-turut hasilnya adalah 12,93 ton/ha, 7,36 ton/ha, 2,67 ton/ha, 4,62 ton/ha dan 4,98 ton/ha. Beragamnya produktivitas padi di Jakarta Utara ini disebabkan salah satunya oleh gangguan organisme pengganggu tanaman (OPT). Tantangan organisme pengganggu tanaman (OPT) dari setiap lokasi berbeda. Titik pertama dan kedua menunjukkan hasil yang cukup tinggi karena pada kedua lokasi ini tidak ditemukan OPT yang dominan. Titik ketiga diduga terlambat melakukan panen, terjadi hujan deras sebelum panen sehingga terjadi banjir, serta terdapat serangan burung yang secara signifikan menurunkan hasil panen. Titik keempat dan kelima terdapat serangan sundep dan beluk yang cukup dominan sehingga banyak malai yang kosong dan berwarna putih.

Pendataan produktivitas padi di Jakarta Barat juga telah dilaksanakan pada 16 Agustus 2021 silam pada 2 titik, di lahan sawah daerah Semanan-Kalideres. Pendataan selanjutnya akan dilakukan pada awal September 2021. Semoga data-data pengamatan yang diperoleh secara riil dari lapangan tersebut dapat mendukung peningkatan akurasi data yang diperoleh dari Sentinel-1, sehingga data produktivitas padi nasional yang cepat dan akurat segera terwujud.

Surabaya - Kegiatan Merdeka Ekspor Pertanian yang dilepas Presiden Joko Widodo memberikan optimisme baru bagi para petani dan pelaku usaha pertanian. Setidaknya, lebih dari 7 Trilyun rupiah nilai ekspor untuk 7 hari dilepas dari 17 bandara dan pelabuhan utama, pada sabtu 14 Agustus 2021.
 
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan Merdeka Ekspor merupakan ekspose kinerja Kementerian Pertanian selama 2 tahun, khususnya dimasa pandemi sekaligus memperingati hari kemerdekaan Indonesia ke-76.
 
Hari kemerdekaan yang ke-76 menurut Mentan SYL adalah hari kebanggan bagi sebuah bangsa besar yaitu Indonesia yang merupakan negara ke-4 terbesar di dunia.
 
"Perayaan kemerdekaan adalah perayaan sebuah kebanggaan anak bangsa. Kebetulan hari ini kita yang menjalankan amanah sebagai gubernur, bupati dan ini adalah keterpanggilan kita di tengah suasana dunia, nasional yang tengah menghadapi sebuah turbulensi yang luar biasa, yaitu covid-19," papar Mentan.
 
Mentan mengatakan bahwa Covid-19 merupakan tantangan yang tidak ringan yang dihadapi oleh hampir semua negara.
 
"Bukan hanya negara besar yang sedang berjuang melawan Covid ini, tapi negara-negara kecil dan menengah pun bersama-sama menghadapinya. Dan kita belum punya obat yang mujarab menghadapi Covid ini,"ungkap Mentan.
 
Dalam perhelatan Merdeka Ekspor ini, Mentan menegaskan bahwa Merdeka Ekspor bukan seperti ekspor yang biasa dilakukan sebagaimana rutinitas yang dilakukan. 
 
"Ekspor yang kita lakukan adalah ekspor yang akan menyentuh harkat dan martabat sebagai anak bangsa. Menyoal psikologi nasionalisme kita, sekaligus menjadi bagian untuk menghadirkan optimisme bangsa besar Indonesia di dalam menghadapi turbulensi dunia," tegasnya.
 
Berdasarkan data BPS, nilai ekspor pertanian tahun 2020 mencapai Rp. 451,8 triliun atau meningkat 15,54% dibandingkan periode sama tahun 2019 yang hanya mencapai Rp. 390,16 triliun. Adapun struktur produk ekspor masing-masing adalah 89% hasil olahan dan 11% berupa produk segar.  
 
Sementara itu, hingga semester-I yakni Januari – Juni 2021, nilai ekspor mencapai Rp. 277,95 triliun atau meningkat 40,29% dibandingkan periode sama tahun 2020 yang hanya mencapai Rp. 198,13 triliun. Dengan struktur produk ekspor masing-masing adalah 91,75% hasil olahan dan 8,29 % berupa produk segar.  
 
Merdeka Ekspor sendiri telah dilaunching langsung oleh Presiden Joko Widodo dari Istana Bogor secara serentak dilakukan dari 17 pintu ekspor yaitu, Pelabuhan Laut Tanjung Priok Bandar Udara Soekarno Hatta, Pelabuhan Laut Tanjung Perak, Pelabuhan Laut Tanjung Mas, Pelabuhan Laut Belawan, Pelabuhan Laut Makassar New Port, Pelabuhan Laut Jetty Balikpapan, Pelabuhan Laut Dumai, Pelabuhan Laut Panjang, Pelabuhan Sungai Boom Baru, Bandar Udara Hang Nadim, Pelabuhan Laut Trikora, Pelabuhan Laut Talang Duku, Pelabuhan Laut Dwikora,  dan Pelabuhan Laut Bitung.
 
"Pertanian adalah satu kekuatan dan pilar akan hadirnya kekuatan negara, pertanian adalah penyangga utama, ayo kita hadirkan optimisme dalam Merdeka Ekspor ini," tutupnya.