JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Baandung -- Nuswantara Art Festival merupakan suatu ajang display yang diinisiasi oleh Kelompok Seni dan Pengrajin Nusantara (KESPIN) serta didukung oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Dinas Pemuda dan Olah Raga Provinsi Jawa Barat, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Acara dilaksanakan selama tiga hari, dimulai sejak 30 September 2022 s.d. 2 Oktober 2022 di Gedung Olah Raga (GOR) Arcamanik Bandung dengan mengusung tema *Youth and Techno*. Tentunya berdasarkan tema tersebut ajang ini mengedepankan berbagai karya dari seniman/artis/pelaku usaha muda Jawa Barat. Selain itu, konten lainnya adalah Moderasi Beragama, Hiburan, dan Produk Inovasi dan Karya Seni dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Barat. 
 
Dalam kesempatan baik tersebut, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta mendapat kehormatan untuk berpartisipasi dengan menampilkan teknologi Urban Farming yang sudah banyak diadopsi oleh petani kota dengan lahan terbatas diantaranya adalah hidroponik, vertikultur, hidroponik statis, tanaman sayuran dalam polybag, microgreen, dan lain-lain. Tak lupa adalah memberikan welcome drink berupa Roseja (rosella jahe) serta sovenir menarik berupa bahan publikasi cetak, CD informasi teknologi dan bibit cabai.
 
Pembukaan acara dilaksanakan pukul 14.00 dan dihadiri oleh Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora, Setiawan Wangsaatmaja (Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat), Asep Sukmana (Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat), Amar Ahmad (Asisten Deputi Peningkatan Iptek dan Imtaq Pemuda Kemenpora), Perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Nurhayati (Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta), Habib Husen Ja’far Al Hadar yang langsung mengguncang hadirin dengan motivasi keagamaannya kepada sekitar 300 kaum milenial.
 
Dengan semangat “Pemuda Maju, Olah Raga Jaya” Prof.Dr. Faisal Abdulah, SH, M.Si., DFM. menyatakan dalam bagian sambutannya yaitu pada kesempatan ajang saat ini menggandeng Kementan melalui BPTP Jakarta untuk merangkul pemuda milenial dan menarik minat mereka di bidang pertanian.
 
Kiprah BPTP Jakarta dalam mensosialisasikan dan merangkul anak anak muda milenial untuk menyukai tanaman yang dipadukan dengan teknologi yang mereka punya, sangat diapresiasi oleh Deputi Pemberdayaan Pemuda Kemenpora. Hal ini tidak terlepas dari kejelian seorang Kepala Balai Dr. Nurhayati, SP, M.Si. dalam menjaring kolaborasi dengan Kemenpora dan ikut serta dalam pameran yang diadakan di Bandung.
 
Semoga Kementan dan Kemenpora selalu bergandengan tangan dalam peningkatan ketahanan pangan dan menjaring kaum milenial (AR/AS/DP).

Jakarta --- Lonjakan harga bawang merah yang sempat mencapai Rp 60 ribu per kg pada pertengahan Juli 2022 cukup membuat ibu rumah tangga kewalahan mengatur irama belanjanya. Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, setiap rumah tangga dapat menanam bawang merah di halaman ataupun rooftop dalam media pot. 

Bawang merah hingga kini masih faktor inflasi terpenting Indonesia. Hampir setiap tahun terdengar jeritan masyarakat mengenai harga yang kerap meninggi . Baru-baru ini, Presiden Joko Widodo meminta pemanfaatan lahan pekarangan untuk menanam komoditas penyebab inflasi seperti cabai dan bawang. "Urusan ini yang seharusnya rumah tangga-rumah tangga di desa itu bisa menanam. Bisa di polybag atau di pekarangannya sehingga tidak ada yang namanya kita kekurangan atau harga naik drastis," kata Presiden Joko Widodo.

Dengan memanfaatkan lahan yang terbatas, setiap rumah tangga dapat menanam bawang merah; di halaman ataupun rooftop.  Strategi penanamannya tidak melulu berbasis lahan; bisa menggunakan polybag, pot, ataupun talang paralon sehingga mudah dalam penempatannya, dan juga mudah dalam mitigasi kerusakan tanaman akibat perubahan cuaca. Syarat terpenting yang harus dipenuhi adalah mendapatkan sinar matahari penuh.

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jakarta, Kementerian Pertanian telah membuktikan bahwa bawang merah memiliki potensi untuk dikembangkan pada skala rumah tangga. Hasil kajian BPTP Jakarta menunjukkan bawang merah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dalam wadah seperti pot/polybag. Benih yang digunakan adalah umbi dan ditanam satu umbi per pot/polybag berukuran diameter 20-25 cm. Media tanam yang digunakan untuk budidaya bawang merah dalam pot berupa campuran tanah + pupuk organik + sekam dengan perbadingan 1 : 1 : 1. Pemeliharaannya juga tergolong mudah yaitu dengan penyiraman rutin dilakukan setiap hari. 

Namun jika hujan gerimis, tanaman disarankan untuk dibilas menggunakan air PAM/sumur. Pemupukan dilakukan sebanyak empat kali, yaitu diawal saat membuat media tanam dicampur dengan pupuk TSP 3 gram per pot/polybag. Pemupukan susulan dilakukan pada saat tanaman berumur 10, 20 dan 30 hari setelah tanam menggunakan pupuk NPK 16:16:16 sebanyak 3 gram per pot/polybag.  Penyemprotan pestisida nabati dianjurkan untuk menghindari tanaman bawang merah terserang hama dan penyakit.

Tidak perlu menunggu lama untuk memanen bawang merah.  Sayuran umbi ini termasuk tanaman semusim yang memiliki umur pendek.  Setelah 60 hari tanam, umbi bawang merah sudah dapat dipanen untuk konsumsi.  Jika akan digunakan kembali sebagai benih, maka umur panen ditambah 10-15 hari.  Satu umbi bawang merah bisa menghasilkan 5 sampai 12 umbi per pot/polybag. Bisa dibayangkan jika satu keluarga memiliki 20 pot/polybag tanaman bawang merah, 20 umbi bisa memproduksi minimal 100 – 240 umbi.  Dengan berat rata-rata 1 umbi bawang merah adalah 5 gram, maka dapat diperoleh 0,5 – 1,2 kg hasil panen.

Informasi dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian (Pusdatin) Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, rerata konsumsi bawang merah di Indonesia pada tahun 2021 adalah 2.87 kg/kapita/tahun yang hampir setara dengan 0,25 kg/orang/bulan. Memperhatikan potensi panen dengan berat terendah saja yaitu 0,5 kg per 20 pot, maka dengan menanam rutin setiap 2 bulan, kebutuhan bawang merah per kapita dapat terpenuhi.  Dengan demikian, satu keluarga berencana dengan jumlah anggota keluarga 4 orang akan terpenuhi kebutuhan bawang merahnya dengan menanam secara rutin 80 pot/polybag setiap 2 bulan.

Jika rumah tangga bisa menanam dan memanen sendiri, maka akan mengurangi biaya belanja keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Selanjutnya, jika penanaman bawang merah menyebar dan menjadi kebiasaaan rumah tangga di Indonesia, maka lonjakan drastis harga bawang pemicu inflasi dapat diminimalisir di masa yang akan datang. 

Reporter : Ikrarwati, Nofi Anisatun R, Tezar Ramdhan

Sumber : https://tabloidsinartani.com/detail/indeks/horti/21026-Bawang-Merah-Dalam-Pot-Amankan-Ekonomi-Rumah-Tangga

 

Bogor -- Internet of Things (IoT) telah dan akan semakin banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Smart car, smart home dan smart city adalah contoh-contoh penerapan konsep IoT dalam kehidupan sehari-hari. Begitupun untuk bisnis pertanian modern, konsep IoT di mana suatu objek pertanian ditanamkan teknologi-teknologi sensor dan software sebagai alat komunikasi, informasi sekaligus pengendali telah diaplikasikan dan berkembang pesat. Lalu bagaimana dengan pertanian Indonesia?

Meski belum secara masiv diterapkan, namun pembangunan smart farming berbasis IoT telah mulai dilakukan. Salah satu contohnya adalah Fasilitas Pertanian Presisi (Puspita Farm) yang dibangun di Balai Besar Sumber Daya Lahan (BBSDLP), Balitbang Pertanian, Bogor.

Berdasarkan hasil kunjungan tim BPTP Jakarta, Jumat (16/9/2022), saat ini BBSDLP telah membangun dua percontohan smart farming yaitu Indoor Vertical Farming (Puspita Farming 1), dan Smart Green House (Puspita Farming 2) dimana input tanaman disesuaikan dengan kebutuhan tanaman sehingga usahatani lebih efektif dan efisien. Sistem pemantauan terhubung dengan perangkat komputer atau smart phone.

Puspita Farm 1 merupakan Indoor Vertical Farming atau system budi daya vertical dalam ruang yang dapat dilakukan bahkan dengan memanfaatkan ruang sempit. Sistem kendali nutrisi dan kondisi ruangan (pemadaman lampu serta kipas) dilakukan dengan sistem otomasi. Peruntukan Puspita Farm 1 yaitu berbagai tanaman sayuran daun seperti pakchoy, selada, dan sebagainya. Pembersihan instalasi dilakukan setiap pemanenan sayuran. Sedangkan pengecekan rutin harian ditujukan untuk mengetahui kecukupan air atau kelancaran saluran air. 

Puspita Farm 2 yang mengusung konsep Smart Green House, sudah dilengkapi sistem penyiraman dan pendinginan dengan peruntukan penanaman golden melon. sama halnya dengan Puspita Farm 1, kendali nutrisi dan kendali kondisi ruangan dilakukan dengan sistem otomasi. Permasalahan utama penerapan smart farming ini adalah biaya investasi yang mahal. Namun demikian, seiring dengan perubahan iklim dunia dan ketersediaan lahan serta tenaga kerja pertanian, maka smart farming ini mau tidak mau harus diterapkan di masa depan. Mudah-mudahan keberadaan smart farming dapat menjadi solusi bagi pembangunan pertanian Indonesia di masa akan datang demi tetap menjaga kemandirian pangan bangsa Indonesia. (TZ)

Jakarta --- Untuk sukses bertanam bawang merah dalam pot, setidaknya ada lima hal yang harus diperhatikan dalam budidaya bawang merah dalam pot/polybag (tabalampot) agar hasilnya optimal, disingkat 5P. Apa sajakah itu?

Tanam bawang merah sangat mudah dilakukan oleh masyarakat hanya menggunakan pot. Namun agar hasilnya optimal dan menguntungkan, masyarat harus memperhatikan langkah-langkah budidaya yang disebut sebagai 5P. Pertama, adalah Pemilihan benih.  Benih yang dipilih adalah benih bersertifikat yang tentunya terjamin mutu dan kebenarannya. Benih umbi yang akan ditanam dipastikan telah melewati masa dormansi minimal 2 bulan dari tanggal panen.

Hal kedua yang penting diperhatikan adalah Persiapan tanam. Persiapan tanam terdiri dari pemilihan lokasi dan penyiapan media tanam.  Pemilihan lokasi harus memperhatikan sinar matahari dapat diperoleh tanaman secara penuh. Selanjutnya, pot/polybag berukuran diameter 20-25 cm sudah cukup untuk menanam satu umbi bawang merah. Media tanam terdiri dari pupuk kandang sapi, sekam dan tanah dengan perbandingan 1 : 1 : 1 volume per volume. Media tanam dimasukkan ke dalam pot/polybag sampai ketinggian 20 cm.  Pemupukan dasar berupa TSP/SP36 sebanyak 3 g/pot perlu dilakukan pada 3-7 hari sebelum tanam dengan cara diaduk merata pada media bagian atas.

Baca Juga : Bawang Merah Dalam Pot, Amankan Ekonomi Rumah Tangga

Ketiga, saat akan melakukan Penanaman, kondisi media tanam dalam keadaan lembab untuk menghindari kerusakan umbi saat tanam. Penambahan fungisida perlu dilakukan dengan cara ditaburkan ke permukaan umbi sebelum umbi ditanam dengan dosis 1 gram untuk 1 kg benih umbi Untuk mencegah serangan penyakitSatu pot/polybag cukup ditanam satu umbi saja. Sesaat sebelum ditanam, ujung atas umbi dipotong terlebih dahulu 1/4 sampai 1/3 bagian menggunakan pisau tajam dan bersih. Selanjutnya umbi ditanam dengan ujung yang dipotong berada di atas dan tidak tertutup media tanam.

Keempat, Pemeliharaan tanaman harus dilakukan dengan cermat dan sesuai anjuran. Penyiraman dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore atau disesuaikan dengan kondisi kelembaban tanah sampai dengan umur tanaman sekurang-kurangnya 50 hari setelah tanam (HST). Setelah itu, penyiraman cukup dilakukan sekali sehari. Lakukan pemupukan sebanyak 3 kali pada umur tanaman 10, 20, dan 30 HST.  Pupuk yang diberikan berupa NPK 16-16-16 sebanyak 3 g/pot.  Teknik pemupukan dilakukan dengan cara membuat lubang di kanan dan kiri tanaman, selanjutnya ditutup kembali dengan tanah setelah pupuk dimasukkan.  Lakukan penyiraman segera setelah pemupukanApabila ada gulma tumbuh di dalam pot maka tanaman penganggu tersebut harus segera dibuang/dicabut agar tidak terjadi kompetisi hara.

Selanjutnya, Panen dilakukan setelah tanaman berumur sekurang-kurangnya 60 HST.  Ciri-ciri utama yang menunjukkan bahwa bawang siap panen adalah umbi muncul ke permukaan tanah, 75?un telah rebah dan menguning, dan pangkal daun yang menempel ke umbi terasa kosong.  Perlu diperhatikan bahwa sebelum dipanen, tanaman dibiarkan tidak disiram selama 3 hari. Panen dilakukan dengan mencabut atau mencungkil tanaman secara hati-hati sehingga umbi tidak lepas dari batang semu.  

Jika hasil panen akan dikonsumsi maka bawang sudah siap untuk langsung dimanfaatkan. Namun apabila akan dijadikan benih untuk tanaman berikutnya ataupun akan disimpan untuk jangka waktu lama, maka umbi hasil panen harus dijemur selama 10-15 hari serta dihindarkan dari hujan ataupun kondisi lembab. Umbi yang telah kering kemudian dibawa ke tempat penyimpanan. Pastikan bahwa tempat penyimpanan memenuhi persyaratan teknis yang kering dan tidak lembab. Aaerasi dan ventilasi juga dijaga cukup sehingga mampu mencegah perpindahan panas, air, dan embun dari luar gudang.

Tahap akhir adalah melakukan sortasi umbi, yaitu memisahkan umbi yang rusak dan yang belum kering. Selanjutnya, umbi yang telah disortasi dibawa ke tempat penyimpanan. Umbi disimpan dengan cara digantung atau diletakkan di rak/para-para. Tinggi rak disesuaikan dengan bangunan, dengan jarak antar rak/para-para tingginya 30 cm.

Dengan meggerakkan budidaya bawang merah skala rumah dalam pot (tabalampot) berdasarkan prinsip 5P, maka setiap rumah tangga akan berkontribusi dalam mengurangi lonjakan drastis harga bawang merah disaat stoknya berkurang. Selain itu, buddidaya tabalampot ini juga akan mengurangi biaya belanja keluarga sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga. Ekonomi keluargapun akan terbantu di saat harga bawang merah menggila.

Bogor-- (16/09/2022, BPTP Jakarta melakukan kunjungan ke BB-Biogen, Bogor.  Kunjungan ini bertujuan untuk mempelajari tentang laboratorium kultur jaringan tanaman. Tim BPTP disambut oleh KaBag Tata Usaha Ir. Ida N. Orbani dan Sub Koordinator Program Muflihani Yanis, S.Pt., M.Si
 
Dari kunjungan tersebut diperoleh informasi bahwa minimal terdapat 4 tahap pelaksanaan kegiatan kultur jaringan.  Keempat tahapan ini tentunya disupport oleh ruang dan peralatan yang sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.  Tahapan tersebut meliputi pembuatan media kultur; penanaman; pemeliharaan di ruang kultur, dan aklimatisasi
 
Pembuatan media kultur
Media kultur yang dilihat saat kunjungan adalah media padat berbasis agar. Pembuatan di satu ruangan khusus. Media dimasukkan ke dalam wadah berupa botol kaca dan ditutup dengan alumunium foil.  Disterilkan dengan autoklaf.  Media yang telah jadi disimpan langsung di ruang penanaman.  Media tidak dapat langsung digunakan, tetapi diinkubasi dahulu minimal 2 hari untuk melihat media yang disiapkan terkontaminasi atau tidak.
 
Penanaman
Ruangan khusus yang dijaga kondisi sterilnya. Penanaman dilakukan didalam laminar air flow cabinet. Didalam ruang ini juga tersedia oven untuk sterilisasi alat yang akan digunakan saat melakukan penanaman. Setelah proses penanaman, media dengan eksplant yang telah ditanam dipindah ke ruang kultur untuk pemeliharaan. 
 
Ruang kultur
Di ruang kultur terjadi proses induksi, diferensiasi sel, dan multiplikasi.  Sehingga dari jaringan yang dikulturkan akan menjadi tanaman utuh.  Kultur tidak bisa lama berada di tahap ini.  Jika sudah cukup umurnya maka segera aklimatisasi.  Atau jika media sudah "habis" maka harus dilakukan subkultur. Di ruangan ini dibutuhkan rak-rak penyimpanan dengan lampu di setiap raknya.
 
Aklimatisasi
Tahapan penyesuaian dari kultur in Vitro ke penanaman konvensional berbasis lahan. Dibutuhkan tempat seperti screenhouse.  Plantlet dikeluarkan dari botol kultur, dibersihkan dari media kulturnya lalu ditanam di media campuran pupuk kandang-sekam-tanah.  Disungkup dahulu (dapat menggunakan gelas plastik) selama 2 Minggu.  Proses penyiraman tetap dilakukan. Tingkat keberhasilan pada aklimatisasi 90%.
 
Informasi ini baru pada tahap awal membuka wawasan.  Informasi lengkap dan detail tentu sangat diperlukan untuk lebih memahami seluk beluk kultur jaringan (IKW)