JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta – Dalam rangka meningkatkan kinerja pengelolaan dan pelayanan informasi Publik, BPTP Jakarta hadir dalam webinar keterbukaan informasi publik bertema “Inovasi Pelayanan Informasi Publik Kementerian Pertanian di Masa Pandemi Mendukung Pertanian Maju, Mandiri dan Modern”, sekaligus sosialisasi “Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik Lingkup Kementerian Pertanian”. Kegiatan diselenggarakan oleh Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik (HIP) Kementerian Pertanian yang dilaksanakan secara online melalui video conference pada Jum’at (05/06/2020).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Biro Humas dan Informasi Publik (Kuntoro Boga Andri) dan Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat (Hendra J. Kede). Berdasarkan hasil pemantauan berita media online untuk periode 01 Januari hingga 03 Juni 2020, diketahui bahwa Kementerian Pertanian tercatat sebagai Kementerian/Lembaga dengan jumlah pemberitaan tertinggi berdasarkan sistem Intelligence Media management. Data yang digunakan bersumber dari 6.341 portal media online, dengan sentimen informasi positif lebih dari 50%.

Ka Biro Humas dan Informasi Publik, Kuntoro Boga Andri, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari berbagai program dan terobosan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, diantaranya yaitu Kostratani, Agriculture War Room, Gerakan Tiga Kali Ekspor, ATM Pertanian hingga Pasar Mitra Tani. Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat, Hendra J. Kede, mendukung PPID Kementan untuk memposisikan diri menjadi PPID utama terkait isu pertanian, dengan memulai struktur berbasis isu. Komunikasi lintas sektor juga perlu dibangun untuk menguatkan informasi serta merta yang dibutuhkan pengguna, dalam hal ini terutama petani.

Jakarta - Meskipun dalam kondisi keterbatasan akibat masih adanya wabah covdi-19, Kelompok Tani Indah masih berhasil membudidayakan Inpari-39 di lahan yang tersisa sekitar 1 ha, dan berhasil panen di awal bulan ini (Juni 2020).

Lahan sawah yang pada awal tahun ini masih seluas kurang lebih 7-9 ha itu, akhirnya hanya tersisa tidak lebih dari 2 ha, sedangkan 1 ha di antaranya dapat digunakan untuk melakukan pengenalan VUB yang konon tidak kalah dari Inpari-32. Meskipun belum dapat dipastikan berapa banyak panen Inpari-39 yang dihasilkan, namun petani kooperator dapat memastikan setidaknya hasil yang diperoleh akan lebih tinggi disbanding hasil padi di musim tanam yang sama dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu yang rata-rata tidak lebih dari 5 ton/ha.


VUB Inpari-39 ini diharapkan dapat menjadi alternatif pilihan bagi petani yang masih ingin berbudidaya padi di DKI Jakarta. Kelompok Tani Indah yang diketuai oleh Bpk. Hariri ini rencananya akan menanam padi gogo Inpago-8 ataupun kedelai Anjasmoro pada MT berikutnya, mengingat MT berikutnya sudah mulai masuk pada fase musim kemarau. Hal tersebut guna mengantisipasi keterbatasan air yang ada dengan tetap dapat memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam.

Dengan demikian indeks penanaman lahan akan meningkat, yang tertunya diharapkan dapat pula meningkatkan pendapatan petani. Tidak ada kata patah semangat bertanam bagi para petani. Tetap berjuang, bersyukur, dan bahagia di saat pandemi covid-19 masih berlangsung.

Salam juang petani Indonesia…!!!

 

Jakarta – Covid-19 masih menjadi pandemik global yang dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Di Indonesia sendiri, hampir sebagian masyarakat masih menjaga diri dengan berdiam dirumah, sedangkan lainnya masih berjuang dengan tetap bekerja demi keluarga dirumah. Oleh karena itu Selasa, 12/05/2020 BPTP Jakarta dengan segenap jiwa ikut membantu membagikan disinfektan dan hand sanitizer ke Kelurahan Jatipadang dan sekitarnya. Seperti yang diketahui, disinfektan digunakan dalam menjaga benda atau wilayah tetap bersih dari virus/kuman, dan hand sanitizer sendiri digunakan untuk perlindungan diri terhadap yang kita ketahui sekarang covid-19 agar tangan tetap bersih dan terjaga.

Berbagai tempat yang diberikan bantuan disinfektan dan hand sanitizer oleh BPTP Jakarta antara lain Masjid Jami Ar-Ridho Pasar Minggu dan RSUD Jatipadang d.h. Puskesmas Pasar Minggu. Jumlah masing-masing yang diterima adalah 80 liter disinfektan dan 12 liter hand sanitizer. Bantuan sendiri diterima oleh IBu Setyarahayu selaku Kasie Pemerintahan Kelurahan Jatipadang, Bapak Samali selaku perwakilan Majelis Taklim Masjid Ar-Ridho, dan Bapak Muh. Fikri selaku perwakilan Humas RSUD Jatipadang/Puskesmas Pasar Minggu. Setyarahayu, Kasie Kelurahan Jatipadang mengatakan bahwa “Insya Allah bermanfaat dan akan dibantu salurkan ke RW sekitar”. Sedangkan Bapak Samali mengutarakan bahwa “Kondisi Masjid yang sedang renovasi memang sangat memerlukan bantuan tersebut”.

BPTP Jakarta sangat bangga bisa turut ikut andil dalam mencegah penyebaran virus covid-19 karena diketahui Jakarta Selatan memang sudah menjadi zona merah covid-19. Oleh karena itu, kami semua berharap bahwa penyebaran virus covid-19 ini dapat berhenti dan semua masyarakat yang sudah terkena virus ini bisa sembuh dan Indonesia bisa beraktivitas Kembali seperti sedia kala.

Jakarta --  Hari ketiga pasca-libur Lebaran 2020, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, M.Sc  melaksanakan acara halal bi halal bersama seluruh staf BPTP Jakarta secara virtual pada Rabu, 27 Mei 2020.

Penyelenggaraan Halal Bi Halal  di BPTP Jakarta bukan sekedar tradisi, tapi merupakan sarana untuk meningkatkan silaturahim dan menjalin tali persaudaraan antara pegawai lingkup BPTP Jakarta dengan para purnabakti dan stakeholder.

Dalam sambutannya Kepala BPTP Jakarta menyampaikan Selamat Idul fitri 1441 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga seluruh staf BPTP Jakarta baik yang sedang melaksanakan work from home (WFH) dan work from office (WFO) setelah libur Lebaran dalam keadaan sehat. Lebih lanjut Kepala Balai mengingatkan agar seluruh pegawai tetap melaksanakan protokol pencegahan Covid-19.

Selanjutnya halal bi halal diisi dengan tausiyah oleh Lukman Hakim, ST, M.Sc (Peneliti BPTP Jakarta).  Pada ceramah tersebut Lukman Hakim menyapaikan beberapa poin penting antara lain : 1). Walaupun secara fisik kita lagi berjauhan, tapi Allah nyatuin hati kita semua dalam persaudaraan ini, 2). Bulan Romadhon tujuannya supaya kita semua jadi orang yang bertakwa, 3). Kita wajib berusaha buat jadi orang bertakwa, dalam kondisi apapun, senang atapun susah, lapang atapun sempit, 4). Taqwa dan sabar modal utama dalam menghadapi segala ujian, termasuk pandemi ini. Ujian akan berakhir dengan kemuliaan jika diiringi dengan kesabaran, sebagaimana para nabi dan rosul dengan kesabaran yagg kuat, akhirnya mendapat kemuliaan disisi Allah SWT,  5). Doa: Yaa Allah, lindungi kami dari penyakit, musibah dan fitnah. Dan berikan kami kebaikan dunia dan akhirat.

Setelah penyampaian tausiyah, acara ditutup dengan doa dan terakhir seluruh staf BPTP Jakarta mengucapkan bersalaman secara virtual

Jakarta -- PSBB yang diterapkan oleh Gubernur Jakarta mengharuskan sebagian besar warga untuk beraktivitas dari rumah. Pengecualian bagi mereka yang bergerak di sektor pertanian mengharuskan beraktivitas di lahan-lahan untuk melakukan budidaya tanaman demi menjaga ketersediaan stok pangan masyarakat. Karena saat ini masyarakat cenderung merasa khawatir jika pandemi terus berlangsung maka akan berpengaruh terhadap ketersediaan stok pangan. Selain untuk memenuhi stok pangan masyarakat, kegiatan petani yang tetap berlangsung ini juga disebabkan karena kebutuhan keluarga mereka sendiri. Salah satu Poktan yang masih tetap melaksanakan budidaya tanaman adalah Kandang Besar.  

Poktan Kandang Besar Ujung Menteng, Cakung Jakarta Timur memiliki lahan garapan sawah yang berada di tengah-tengah perumahan padat penduduk. Luas lahan garapan sawahnya saat ini kurang lebih 8 ha. Petani penggarapnya sebagian merupakan warga pendatang dari daerah pantura Jawa Barat. Mereka sudah lama menggarap lahan sawah ini. Selain berbudidaya tanaman padi, anggota poktan Kandang Besar juga menanam komoditas hortikultura. Musim tanam ini, BPTP Jakarta mendiseminasikan varietas padi Inpari 32 dan Inpari Nutrizinc di Poktan Kandang Besar.

Ketatnya peraturan PSBB di DKI Jakarta tidak menghalangi semangat petani di Poktan kandang Besar untuk melakukan penanaman padi. Sepekan yang lalu, 26 April 2020 telah dilakukan kegiatan pindah tanam bibit padi varietas Inpari 32.  Selang waktu sepekan, Minggu 3 Mei 2020 juga dilaksanakan pindah tanam padi varietas Inpari Nutrizinc. Bibit yang digunakan berumur lebih dari 21 hari,  banyaknya hama keong mas yang menyerang lahan menyebabkan mereka menggunakan bibit tua. Harapannya tiga bulan ke depan bibit-bibit padi yang telah ditanam ini dapat dipanen memproduksi padi sesuai dengan hasil potensinya yaitu inpari 32 inpari 8.32 ton/ha dan Nutrizinc 9.98 ton/ha. Hasil panen ini akan bermanfaat memenuhi kebutuhan bahan pangan bagi masyarakat.