JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta -- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) telah meluncurkan situs web e-Deposit. Hal ini sebagai upaya dalam melaksanakan Undang-Undang 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam atau lebih dikenal dengan UUSSKCKR.

Jumat (6/12/29), Sosialisasi E-Deposit untuk Perpustakaan Kementerian dan Lembaga Non Kementerian dilaksanakan di Ruang Teater Perpusnas. Situs web E-Deposit ditujukan untuk mempermudah penyerahan karya cetak dan karya rekam dari penerbit, dalam hal ini terbitan Kementerian dan Lembaga Non Kementerian, kepada Perpusnas.

Saat ini, situs web e-Deposit yang disosialisasikan adalah e-Deposit versi 1. Versi ini baru bisa menerima tiga tipe publikasi, yaitu tipe pdf, audio, dan partitur (yang sudah terdaftar di ISSN).

Jenis file yang bisa diunggah dalam situs ini adalah pdf, jpg, MP3, dan WAV. Sementara untuk besaran file pada masing-masing terbitan yang bisa diunggah adalah 500MB.

Untuk mendukung pelaksanaan UU No. 13 Tahun 2018 tersebut, Perpusnas juga mengeluarkan kebijakan terkait permohonan ISBN. Yaitu, nomor ISBN akan diberikan kepada penerbit jika terbitan sebelumnya yang telah memiliki ISBN telah diserahkan kepada Perpusnas.

Melalui situs web e-deposit, diharapkan para wajib serah dengan mudah menyerahkan hasil karyanya kepada Perpustakaan Nasional kapan saja dan di mana saja dengan memanfaatkan jaringan internet. Dengan menyerahkan hasil terbitan keapda Perpusnas, maka hasil-hasil karya yang telah dipublikasikan akan dapat terjaga dan dimanfaatkan secara lebih luas.

Jakarta -- Setelah ilmu dan praktik tentang akuaponik, keltan Anyelir sekarang mendapatkan ilmu kembali dari BPTP tentang budidaya tanaman microgreen. Microgreen adalah tanaman muda, lunak, serta tanaman yang dapat dimakan yang mana dipanen sebagai bibit. Tanaman kecil ini ditanam untuk tahap daun sejati pertama. Microgreen dijual sebagai produk mentah untuk digunakan di salad, sandwich, ataupun sebagai hiasan. Ibu-ibu Keltan Anyelir menyimak dengan baik penjelasan tentang materi microgreen mencakup menempatkan media tanam berupa ziolit dan rockwool kedalam masing-masing pot, lalu semai benih bayam dan kemangi. Setelah dipraktikan oleh Ikrarwati, SP. MP (Peneliti BPTP Jakarta), ibu-ibu juga langsung praktik.
 
Selain teori dan praktik microgreen, panen sawi dan pakcoy akuaponik juga dilaksanakan bersama ibu-ibu Keltan Anyelir. Diharapkan Keltan Anyelir dapat terus bekerja sama dengan BPTP Jakarta dan dapat terus menyambut hangat segala inovasi teknologi yang akan diterapkan di Kelompok Tani Anyelir.

Jakarta -- Dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) kegiatan BPTP Jakarta TA. 2019. Memasuki akhir tahun anggaran kegiatan, dilakukan pelaksanaan Monev Ex-Post yang bertujuan untuk menilai kinerja kegiatan berdasarkan tingkat pencapaian keluaran dengan rencana keluaran pada proposal, efektivitas dukungan penggunaan input terhadap kelancaran kegiatan (SDM, kelancaran pencairan dana, kesesuaian jumlah input dengan yang dibutuhkan/rencana kegiatan), dan kesesuaian waktu penyediaan input dengan kebutuhan kegiatan.

Pelaksanaan kegiatan Monev Ex-Post diawali dengan arahan Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. A. Arivin Rivaie, SP., M.Sc. Dalam arahannya, Kepala Balai menekankan bahwa kegiatan Monev Ex-Post yang dilakukan ini, selain mengevaluasi kegiatan dalam upaya penyempurnaan pelaporan kegiatan, juga harus dijadikan sebagai forum pembelajaran dan perbaikan secara kekeluargaan sehingga hasil kegiatan dapat diperoleh dengan maksimal untuk kegiatan berikutnya.

Pelaksanaan Monev Ex-Post meliputi kegiatan Budi Daya Hidroponik Sayuran Buah dan Sayuran Daun, Adaptasi Kelinci di Wilayah Perkotaan, Pasca Panen Sayuran Hidroponik, Analisis Kebijakan Pertanian Perkotaan di DKI Jakarta, UPSUS SIWAB, Bioindustri, Peningkatan IP Padi, Peningkatan Komunikasi, Koordinasi dan Diseminasi Hasil Inovasi Teknologi Badan Litbang Pertanian, Pendampingan Pengembangan Komoditas Utama Kementerian Pertanian dan kegiatan lain pada Tahun Anggaran 2019.

Pelaksanaan Monev Ex-Post yang telah dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kegiatan baik dalam bentuk pelaporan maupun pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan.

Jakarta -- Keju mozzarella terkenal dengan kelezatannya, umumnya digunakan dalam pembuatan pizza, karena memang keju ini merupakan keju khas dari Italia. Keju mozzarella adalah jenis keju lunak yang proses pembuatannya tidak dimatangkan dan sering disebut dengan keju segar. Salah satu manfaat dalam  mengkonsumsi keju adalah kandungan gizi keju tidak jauh berbeda dengan kandungan gizi pada susu sapi segar yakni kandungan protein dan kalsiumnya. Saat ini keju mozzarella tidak hanya dipakai pada pembuatan pizza, namun sudah banyak diaplikasikan pada bermacam-macam produk makanan kekinian. Selain untuk memperkaya varian rasa, produk makanan yang ditambahkan keju mozzarella biasanya akan menambah daya tarik konsumen untuk membeli, dapat meningkatkan harga jual produk sehingga dapat meningkatkan keuntungan penjualan.

Pada bulan April 2019 lalu, BPTP Jakarta bekerjasama dengan peneliti LIPI Cibinong, telah melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis “Pembuatan keju Mozarella“ yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilanpeserta dalam membuat keju mozarella.Dimana  peserta BIMTEK ini adalah Kelompok Tani dan penyuluh yang berasal dari  dua wilayah yaitu  Jakarta Timur dan Jakarta Selatan  Adapun tujuan jangka panjang dari kegiatan BIMTEK ini adalah agar peserta dapat mulai membuat hingga  memproduksi keju mozarella. Pelaksanaan kegiatan selama 2 hari, dimana hari kedua  dilakukan praktek pembuatannya keju mozzarella. Untuk memotivasi peserta,  BPTP Jakarta menyediakan seperangkat alat yang diperlukan dalam pembuatan keju mozzarella, diantaranya timbangan digital, panci stainlessteel, thermometer, saringan kain dan pengaduk. Alat-alat ini akan dibagikan kepada peserta yang berhasil membuat kembali keju mozzarella yang telah diajarkan.

Adapun penyuluh wilayah Jakarta Selatan, Sri Suryati telah membimbing dan mengajarkan Kelompok Wanita Tani Kenanga di RW Kel. Pela mampang, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan hingga berhasil  membuat keju mozzarella. Dalam pembuatan keju mozzarella dibutuhkan kesabaran, karena dalam proses pembuatannya dapat berlangsung hingga 4-5 jam. Keju mozzarella dibuat dari susu sapi segar, asam sitrat, natrium sitrat, garam dan enzim rennet. Rendemen yang dihasilkan hanya berkisar 5-10 %, bila bahan baku susu segar  yang digunakan sebanyak 10 liter maka keju yang dihasilkan hanya sekitar 500 gram, hal ini yang membuat harga keju mozarella dipasaran cukup mahal. Setelah berhasil membuat keju mozzarella, diharapkan KWT Kenanga juga   dapat memproduksi keju mozzarella secara berkelanjutan.  Keberhasilan kelompok tani ini tidak terlepas dari dukungan penyuluh serta Lurah wilayah Pela Mampang. Harga jual keju mozzarella yang dibuat adalah Rp. 50.000 untuk kemasan 200 gram.

Jakarta – Sebagai salah satu dukungan terhadap instruksi Gubernur No. 66 Tahun 2019 tentang pengendalian kualitas udara dengan mengoptimalkan penghijauan pada sarana dan prasarana publik dengan membudidayakan tanaman berdaya serap polutan tinggi, serta mendorong adopsi konsep Green Building oleh seluruh gedung sekolah melalui penerapan insentif dan diinsentif. LAZ Al Azhar bekerja sama dengan BPTP Balitbangtan Jakarta, melaksanakan program “Green Hero for Happy Farmers” melalui penerapan inovasi teknologi Pertanian Perkotaan (Urban Farming) diantaranya bertanam dengan sistem vertical garden di perkotaan. Keuntungan menggunakan teknologi bertanam sistem vertical garden antara lain tidak membutuhkan lahan luas, bisa dilakukan baik di indoor maupun outdoor, mudah pemeliharaan, menghasilkan oksigen dan menambah nilai estetika lingkungan.

Selain vertical garden, teknologi pertanian perkotaan (Urban Farming) yang lain diantaranya adalah vertikultur talang, mini wallgarden, vertikultur paralon, pot plant, tabulampot, aquaponik dan hidroponik. Sedangkan tanaman yang dibudidayakan dapat berupa tanaman sayuran, tanaman obat (TOGA), tanaman buah dan tanaman hias.   

Hari ini, Kamis 28 Nopember 2019, LAZ Al Azhar bekerja sama dengan BPTP Balitbangtan Jakarta mengadakan Launching Program  “Green Hero For Happy Farmer” di KB/TK Al-Azhar 20 Cibubur.  Acara dihadiri oleh Pengurus Yayasan Bahrul Ulum, Pengurus YPI Al Azhar, Direktorat Dakwah & Sosial (DIRDAKSOS) YPI Al Azhar, Direktorat Pendidikan Dasar & Menengah (DIRDIKDASMEN) YPI Al Azhar, Kepala Sekolah KB/TK Al Azhar wilayah Cibubur.

Acara dibuka oleh Ibu Komaria, S.Pd.I, Kepala Sekolah KB/TKIIA 20 Cibubur. Dalam sambutannya beliau mengajak orang tua murid dan semua civitas sekolah untuk menyumbangkan satu tanaman untuk sekolah dan satu tanaman untuk daerah binaan Al Azhar yang bisa bermanfaat untuk bumi kita, dan berharap dari niat sederhana, niat yang kecil bisa menghasilkan kebaikan buat semua.

Sementara, Agus Nafi, Direktur Eksekutif LAZ Al Azhar menyampaikan semoga vertical garden di TB/TK Al Azhar memberi pengaruh positif dan menular secara meluas ke seluruh sekolah dan kampus di Indonesia. Di mulai dengan Al Azhar, bisa menghasilkan satu kampus yang hijau, asri, bersih dan memberikan kontribusi udara terutama di kota-kota besar di Jakarta dan sekaligus menjadi amal jariyah bukan hanya saat ini, tetapi untuk masa depan anak-anak semua, yang dimulai dengan edukasi dini.    

Kepala BPTP Jakarta yang diwakili oleh Kasie KSPP BPTP Jakarta, menyampaikan BPTP Jakarta sangat senang sekali  bisa membantu dan bekerjasama dalam mengedukasikan program Green Hero for Happy Farmers, untuk mengoptimalisasikan penghijauan sesuai instruksi Gubernur. Dunia pertanian/penghijauan sangat penting dikenalkan sejak usia dini seperti yang dilakukan di TK Al Azhar ini dan diharapkan bisa berkembang di sekolah-sekolah lainnya. BPTP Jakarta selain mengenalkan vertical garden, juga teknologi lain yang mendukung pertanian perkotaan (urban farming) seperti vertikultur, potplant dan mini wallgarden.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan bibit tanaman kepada LAZ Al azhar, edukasi vertical garden, praktek pemindahan tanaman serta berkeliling di area display yang dipandu oleh Ir. Adriani dan Muhamad Nur, A.Md. Kegiatan diakhiri dengan demo pembuatan smoothies pakcoy.

Semoga program Green Hero for Happy Farmers yang digelar TB/TK Al Azhar 20 ini dapat menginspirasi semua orang.

r