JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

Jakarta – Ada yang spesial di Hari Pramuka tahun ini. Pada hari yang sama, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta menggelar Festival Pangan Jakarta 2019. Kegiatan yang dilaksanakan pada 14-16 Agustus 2019 di Pasaraya Blok M, dimeriahkan pula oleh 500 pelajar sekolah dasar berseragam pramuka dari DKI Jakarta untuk mengikuti Kampanye Gerakan Minum Susu dalam pembukaan festival.

Festival Pangan ini diikuti sebanyak 60 stan yang terdiri dari para pelaku usaha pangan yang tergabung program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu. Peserta festival terdiri dari instansi pemerintah pusat dan daerah, BUMN dan BUMD di bidang pangan, perusahaan-perusahaan swasta, perguruan tinggi dan sekolah menengah kejuruan, serta masyarakat kelompok binaan dan PKK.

Kepala Dinas KPKP Prov. DKI Jakarta Darjamuni mengatakan Festival Pangan Jakarta 2019 merupakan kegiatan yang pertama dilaksanakan Pemprov DKI Jakarta dengan tema 'Pangan Aman, Kite Nyaman’. Salah satu tujuannya adalah menyebarluaskan informasi kepada masyarakat tentang potensi pengembangan pangan di Jakarta.

Pada acara pembukaan, diserahkan Sertifikat Keamanan Pangan sebagai bentuk apresiasi dari Dinas KPKP Prov. DKI Jakarta terhadap pelaku yang telah konsisten menjaga keamanan produk pangan. Penerima Sertifikat Keamanan Pangan adalah Perum Pasar Jaya, PT. Food Station, PT. Lotte Mart, PT. Trans Retail Carrefour, PT. Giant, PT. Lulu Hypermart, PT. Lion Superindo, PT. Matahari Putra Prima, Dinas Koperasi, UMKM serta Perdagangan Prov. DKI Jakarta.

Stan Pertanian Perkotaan khas BPTP Jakarta selalu menarik peminat pengunjung. Animo masyarakat untuk melakukan pertanian perkotaan terlihat dari antusiasme dan pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan. Mulai dari cara berbudidaya, tempat memperoleh bibit, hingga mengolah produk pangan. Profesi pengunjung stan BPTP Jakarta sangat beragam, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga pekerja professional. Beberapa teknologi pertanian perkotaan yang dikenalkan pada stan BPTP Jakarta adalah hidroponik sederhana, budidaya tanaman sistem vertikultur, budidaya microgreen, teknologi olahan pangan seperti smoothie sayuran,  olahan kelor, pasta bawang merah, bawang merah bubuk, dan minuman fungsional Roseja (rosella dan jahe).

Keamanan pangan dapat dimulai dari keluarga. Jadi, yuk kita mulai menyediakan produk pangan yang sehat hasil dari pekarangan sendiri melalui teknologi pertanian perkotaan.

Jakarta (05/08) - Lembaga Zakat Al Azhar mengadakan pameran Edutani Expo, yang secara resmi dibuka oleh Wakil Walikota Jakarta Selatan. Diikuti oleh penjelasan tentang tanaman yang dipamerkan oleh sang moderator. Beberapa penjelasan tentang pameran ini meliputi: tanaman kebutuhan keluarga bulanan, pupuk organik, rumah pupuk, dan Pulau Berdikari. BPTP Jakarta juga berpartisipasi dalam pameran, yang mencakup urban farming, kelinci pedaging, resep smoothie Pok Choy, microgreen, hidroponik, dan juga aquaponik.

Dalam acara ini, ada juga penghargaan untuk para stakeholder dan donatur yang telah memberikan sinergi positif dengan kerjasama dari LAZ Al Azhar. Selanjutnya, acara ini diikuti oleh Talk Show "Solusi Komprehensif bagi Kemajuan Petani, Nelayan dan Peternak di Era Millenials/Revolusi Industri 4.0" dengan para mitra, termasuk BPTP Jakarta, yang diwakili oleh Pelaksana Teknis BPTP Jakarta, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si.

Jakarta -- Mengawali kegiatan Monev on-going, Plt. Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si. mengingatkan pentingnya budaya tertib terkait absensi yang menjadi indikator penilaian suatu lembaga. Dalam arahannya, Plt Kepala BPTP Jakarta mengingatkan capaian pada setiap kegiatan sampai dengan bulan Agustus harus sudah mencapai 60-70%. Kegiatan Monev on-going ini dilaksanakan di ruang rapat BPTP Jakarta, yang merupakan rangkaian dari pelaksanaan Monev on-going di lapangan.

Kegiatan ini bertujuan untuk dapat memonitoring dan mengevaluasi seluruh kegiatan, baik kegiatan pengkajian dan strategis maupun kegiatan manajemen. Kegiatan Monev on-going yang dilakukan meliputi kegiatan BPTP Jakarta tahun 2019 yaitu Budi Daya Hidroponik Sayuran Buah dan Sayuran Daun, Adaptasi Kelinci di Wilayah Perkotaan, Pasca Panen Sayuran Hidroponik, Analisis Kebijakan Pertanian Perkotaan di DKI Jakarta, Kerjasama Penelitian Pengkajian dan Pengembangan Pertanian Strategis (KP4S), UPSUS SIWAB, Bioindustri, Peningkatan IP Padi, Peningkatan komunikasi, koordinasi dan diseminasi inovasi pertanian,  Manajemen Layanan Tata Usaha, Pengembangan Informasi, Komunikasi dan Diseminasi Teknologi Pertanian.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini merupakan pengendalian kegiatan untuk menjamin agar suatu program/kegiatan yang dilaksanakan sesuai rencana serta mencapai output yang telah ditetapkan. Proses evaluasi dan monitoring ini, bukan hanya untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil dan kemajuan yang telah dicapai, akan tetapi juga untuk mengetahui permasalahan/kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan di lapangan agar dapat dilakukan tindak lanjut dalam pemecahan masalah tersebut.

Jakarta – 05 Agustus 2019, BPTP Balitbangtan Jakarta berpartisipasi dalam kegiatan Al Azhar Edutani Expo Indonesia Gemilang yang diselenggarakan pada 05 sampai 09 Agustus 2019. Kegiatan yang diselenggarakan  di Kawasan Lapangan Masjid AL Azhar tersebut, merupakan salah satu wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat, untuk menghasilkan produk-produk inovasi pertanian, serta model pemberdayaan oleh Lembaga Zakat Al Azhar.

Hadir sebagai narasumber dalam acara talkshow yang bertemakan “Solusi Komprehensif Bagi Kemajuan Petani, Nelayan & Peternak di Era Revolusi Industri 4.0”, Dr. Ir. Retno Sri Hartati M., M.Si., Plt. Kepala BPTP Balitbangtan Jakarta, mengatakan bahwa “Tidak ada kata tidak dalam menjalankan pertanian di dalam perkotaan”. Disampaikan juga bahwa apapun kondisi alamnya, pertanian bisa dilakukan selagi ada niat.

Acara Edutani Expo Indonesia Gemilang juga dihadiri oleh berbagai macam pihak seperti segenap jajaran pengurus internal Al Azhar, mitra-mitra kerja kerjasama LAZ Al-Azhar , serta kementerian maupun dinas pertanian. Kehadiran berbagai pihak tersebut, sebagai salah satu upaya untuk bersinergi dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani agar diraih semaksimal mungkin.

Berbagai kalangan pengunjung dari tingkat SD, SMP, maupun SMA ikut meramaikan Edutani Expo Indonesia Gemilang. Acara ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat khusunya petani, sehingga produk pertanian Indonesia memiliki daya saing yang tinggi dan hasil yang maksimal.

Jakarta -- Dalam rangka menunjang diseminasi teknologi pertanian, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta  mengadakan Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Penyuluh di Provinsi DKI Jakarta pada Tanggal 24 Juli 2019.  Hadir dalam Bimbingan Teknis kali ini Kepala BPTP Jakarta, Peneliti dan Penyuluh BPTP Jakarta, Penyuluh Pertanian dan THL PP lingkup Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sambutanya Kepala BPTP Jakarta, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si menyampaikan melalui kegiatan ini diharapkan Penyuluh di DKI Jakarta dapat memanfaatkan teknologi informasi yang ada ketika melakukan kegiatan penyuluhan di lapangan. Penyuluh Lapangan diharapkan juga menggunakan teknologi informasi terkini dalam pembuatan media penyuluhan. Tulang punggung pembangunan pertanian adalah petani, sehingga setiap penyuluh pertanian harus berpikir bagaimana cara agar setiap inovasi pertanian yang dihasilkan Badan Penelitan dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.  

Narasumber Bimbingan Teknis kali ini adalah Ir. Sri Puji Rahayu, MM, Wellyana Sitanggang, SP, M.Si dan Ir. Sumardi dari Pusat Penyuluhan Pertanian Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Materi pertama yang disampaikan adalah Strategi Peningkatan Kelas Kemampuan Kelas Kelompok Tani dan Pertanian, kemudian dilanjutkan dengan materi Peningkatan Kapasitas Penyuluh Berbasis Teknologi  Informasi dan Komunikasi.  Pada akhir acara Bimbingan Teknis peserta juga dilatih membuat media penyuluhan dalam bentuk video dengan menggunakan smartphone. Aplikasi yang digunakan adalah PowerDirector yang dapat diunduh secara gratis di Google Play.