JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Info Aktual

BPTP Jakarta menghadirkan peneliti budidaya dalam kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh Penyuluh Wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur yang bertempat di BPP Cibubur, pada tanggal 17 Oktober 2019. Kegiatan pelatihan dilaksanakan dalam rangka Pemanfaatan Pekarangan dan Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Pupuk dalam mendukung kegiatan pertanian perkotaan khususnya di wilayah kota administrasi Jakarta Timur.

Peserta pelatihan merupakan masyarakat wilayah kota administrasi Jakarta Timur yang mewakili masing-masing kelurahan dari hasil Musrenbang. Dalam kegiatan tersebut, peneliti BPTP Jakarta, Ikrarwati, SP., M.Si. menyampaikan materi yang terkait strategi budidaya yang dapat diterapkan pada lahan sempit khususnya di wilayah perkotaan.

Strategi budidaya di lahan pekarangan membutuhkan strategi diantaranya adalah 1) budidaya secara vertikal dengan, wallgardening pot, kantung sepatu; 2) hidroponik dan aquaponik; 3) pemanfaatan limbah organik sebagai kompos maupun pupuk organik cair; 4) efisiensi irigasi; 5) penggunaan biopestisida; 6) dan pemanfaatan teknologi untuk mendapatkan informasi

Materi yang menjadi topik khusus dalam pembuatan kompos yaitu teknologi vermikompos. Teknologi vermikompos merupakan proses pengomposan dengan menggunakan cacing. Pupuk kompos yang dihasilkan dari teknologi tersebut dapat menurunkan kadar logam berat dalam tanah. Tahapan dalam proses pembuatan vermikompos yang menjadi kunci keberhasilan dari teknologi tersebut yaitu penggunaan bahan dasar dan pemberian limbah yang tidak boleh diberikan.

Penggunaan bahan dasar yang perlu diperhatikan pada awal pembuatan vermikompos yaitu dengan menggunakan cacahan kertas atau dapat juga menggunakan pupuk kandang sapi agar cacing dapat beradaptasi dengan baik. Sedangkan bahan-bahan yang tidak boleh dimasukan diantaranya daging ayam, ikan, tulang atau bahan yg berlemak lainnya dan juga kulit jeruk yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan cacing yang digunakan.

Pemaparan teknologi dilanjutkan dengan sesi diskusi dan praktek agar peserta dapat memahami teknologi yang disampaikan dengan baik. Pemahaman yang baik akan mendorong minat masyarakat dalam memanfaatkan dan mengaplikasikan teknologi tersebut. Melalui kegiatan ini semoga pertanian perkotaan dapat terus berkembang dan bekelanjutan.

BPTP Jakarta akan selalu hadir untuk mendukung kegiatan pertanian perkotaan di Provinsi DKI Jakarta.

Jakarta -- Pemenuhan kebutuhan informasi masyarakat semakin meningkat, tidak hanya dalam bidang pertanian, tetapi juga dalam bidang pendidikan, penelitian, ekonomi, sosial, hukum, maupun politik. Sejalan dengan hal tersebut, permintaan informasi dari pengguna dalam bentuk kemasan infrormasi/pengetahuan juga mengalami peningkatan.

Menjawab tantangan tersebut, PDDI-LIPI mengadakan workshop pembuatan pohon industri interaktif pada tanggal 16-17 Oktober 2019. Pohon industri interaktif merupakan salah satu bentuk produk pengetahuan dengan menggunakan animasi multimedia interaktif. Workshop dihadiri sebanyak 20 orang peserta, termasuk perwakilan dari BPTP Jakarta.

Dalam sambutannya, Kabid Repositori PDDI-LIPI, Noorika Retno Widuri, menyampaikan pohon industri interaktif merupakan salah satu layanan PDDI-LIPI yang dilakukan dengan cara mengemas kembali informasi ilmiah yang dibuat berdasarkan isu-isu yang berkembang di masyarakat atau permintaan pengguna. Dengan adanya kegiatan pengemasan informasi ini diharapkan pengguna lebih mudah memahami, menyerap, mengembangkan untuk kemudian saling bersinergi dan bermitra.

Workshop dilaksanakan selama dua hari. Hari pertama diawali dengan praktik penelusuran informasi, pembuatan analisis dan diagram. Sementara di hari kedua praktik pembuatan animasi pohon industri interaktif.

Jakarta - Dalam rangka Kegiatan Pertanian Perkotaan Tingkat Kota Jakarta Timur, Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Kota Administrasi Jakarta Timur, melaksanakan pembinaan salah satunya di BPP Ujung Menteng, Jl. Irigasi Komplek Perikanan Ujung Menteng, Cakung, Jakarta Timur pada hari Senin-Selasa tanggal 14-15 Oktober 2019. Hadir pada kegiatan tersebut bapak-bapak dan ibu-ibu yang aktif sebagai penggerak kegiatan di masyarakat dari berbagai kecamatan yang termasuk dalam wilayah kerja BPP Ujung Menteng.

Acara diawali oleh arahan dari Bu Kanti, Kasi Ketahanan Pangan Sudin Jaktim. Materi Pertanian Perkotaan pada masing-masing hari dibawakan oleh Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jakarta mulai dari inovasi teknologi pertanian di lahan sempit yang membidik kota-kota besar hingga teknologi kompos dan pengomposan pada hari Senin dibawakan dengan santai dan lugas oleh Dr. Indarti Puji Lestari, SP, M.Si., sedangkan materi pada hari Selasa dibawakan dengan apik dan energik oleh Lukman Hakim S.Si, M.Sc sehingga para peserta juga ikut antusias dalam menerima materi. Selanjutnya materi selanjutnya adalah Hidroponik yang disampaikan secara detail oleh Nana Suganda (Praktisi Hidroponik)

Setelah penyampaian teori, selanjutnya para peserta dibagi dua kelompok untuk mendapatkan praktik tentang pengomposan dan hidroponik yang dipandu oleh Yosep Padilah dan Winarto. Masing-masing kelompok juga antusias dalam menerima praktik langsung dalam hal pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik cair dan juga pupuk padat dengan memanfaatkan cacing.

Disamping itu para peserta juga diajari untuk membuat lubang pada pipa paralon untuk hidroponik serta membuat lubang kecil pada rockwool untuk memasukkan benih tanaman. Setelah acara selesai, para peserta diberikan bibit bayam dan kangkung oleh panitia acara.

Diharapkan para peserta dapat mengaplikasikan pertanian perkotaan secara keseluruhan.

Jakarta -- Mengenal dunia pertanian memang sebaiknya dari usia dini, salah satunya dalam bentuk kunjungan edukasi. Rabu (16/10/2019), BPTP Jakarta menerima kunjungan sebanyak 30 siswa-siswi TK Rigatrik YPK PLN Duren Tiga, Jakarta Selatan. Bentuk kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengenalan tanaman sayuran, tanaman hias dan TOGA; Mengelilingi  area visitor plot BPTP Jakarta; Melihat dan memberi makan kelinci pedaging New Zealand White; Serta praktek menanam kangkung menggunakan polybag. Keseruan terlihat dari antusiame anak-anak dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik dapat memetik manfaat positif berupa tumbuhnya kecintaan anak terhadap tanaman dan hewan, anak dapat belajar memahami proses pertumbuhan tanaman, anak juga bisa mengetahui proses menanam, memelihara, memetik dan menumbuhkan minat makan sehat.

Jakarta ---  15 Oktober 2019,  Dalam rangka mendukung pemenuhan gizi masyarakat sesuai dengan potensi dan kearifan lokal salah satunya adalah dengan membudidayakan ternak kelinci, maka BPTP Jakarta sejak bulan Juni 2019 telah melakukan Pengkajian Produktivitas Kelinci Pedaging Hyla, Hycole, dan Rex di Kelompok Tani Mustika Kelurahan Kramatjati, Kecamatan Kramatjati, Jakarta Timur.

Pada kegiatan ini dibudidayakan 3 jenis kelinci yang terdiri dari 10 ekor kelinci betina dan 2 ekor kelinci jantan Hyla,  10 ekor kelinci betina dan 2 ekor kelinci jantan Hycole, serta 10 ekor kelinci betina dan 2 ekor kelinci jantan Rex.

Ciri khas kelinci Hyla warna putih tetapi ada bercak hitam kecoklatan dibagian hidung dan telinga. Kelinci Hycole badan berwarna putih dengan bagian kepala lonjong ke depan, sedangkan kelinci Rex warna bisa hitam, putih, atau coklat dengan bulu halus dan tebal. Kelinci Hyla  turunan dari Cina,  Hycole turunan dari Perancis sedangkan kelinci Rex terseleksi dari Balai Penelitian Ternak Ciawi.

Pemberian pakan kelinci dalam bentuk pellet diselingi dengan pemberian hijauan berupa rumput odot, daun indigofera, dan daun ubi. Hingga bulan Oktober 2019 kelinci Hyla, Hycole, dan Rex telah menghasilkan anak sebanyak 35 ekor Kelinci.